Pria yang Berenang di Telaga Ranjeng Akhirnya Minta Maaf - Portal Pantura

Pria yang Berenang di Telaga Ranjeng Akhirnya Minta Maaf

Kamis, 08 Agustus 2019, 16.47
iklan

PortalPantura.com, Brebes - Pria yang berenang di Telaga Ranjeng, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes sempat heboh di media sosial. Pria asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas tersebut akhirnya minta maaf.

Permintaan maaf pria yang diketahui bernama Dwiyono Suparmadi (48) tersebut difasilitasi oleh Ormas Pemuda Pancasila (PP) PAC Paguyangan yang diwakili oleh Dedi Anjar. Permintaan maaf kepada warga Desa Pandansari tersebut di sampaikan melalui Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto.

"Dengan segenap kutulusan hati saya benar-benar minta maaf kepada warga sekitar Telaga Ranjeng. Saya benar-benar tidak berniat sesuatu yang buruk dan Insya Alloh tidak akan melakukanya lagi," Suparmadi.

mendengar permintaan maaf tersebut, Kepala Desa Pandansari Irwan Susanto mengatakan, dengan kejadian tersebut dapat diambil pelajaran bahwa kearifan lokal yang ada di Desa Pandansari harus dijaga oleh semua.

"Semoga dengan kejadian ini tidak adalagi kejadian serupa, karena sejak jaman nenek moyang kita Telaga ranjeng disakralkan dan dijaga kelangsunganya sampai sekarang ini,' kata Kepala Desa.

Seperti diketahui, Sebuah video amatir memperlihatkan seorang pria sedang berenang di Telaga Ranjeng, Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Vidoe tersebut dengan cepat menyebar dan viral di media sosial. Pasalnya, selama ini telaga tersebut dianggap keramat dan suci dan tidak ada satupun orang yang berani berenang di tempat tersebut.

Adalah Dwiyono Suparmadi, seorang sales buku yang tinggal di Purwokerto, Kabupaten Banyumas yang ada di dalam video viral tersebut. Saat dikonfirmasi sejumlah awak media di sebuah rumah makan Bumiayu Kuliner, Permadi menuturkan aksinya tersebut dilakukan pada 30 Juli 2019 lalu. Ia menuturkan runtutan aktifitasnya hingga pada akhirnya dirinya berenang di telaga yang dikeramatkan masyarakat tersebut.

"Saya mengakui, kejadian yang saya lakukan ini diluar dugaan dan secara nalar sulit untuk dipahami karena kejadian itu unik dan mistis," kata Permadi dihadapan wartawan.

Permadi menuturkan, sebelum aksi beraninya tersebut ia melakukan tirakat selama tujuh hari. Saat melakukan tirakat tersebut ia bermimpi berenang di sebuah telaga yang banyak airnya. Ia mengaku tidak mengetahui arti mimpinya tersebut.

Pada keesokan harinya Suparmadi diajak oleh teman kecilnya untuk berjualan buku di Bumiayu. Saat di Bumiayu itulah Suparmadi mengajak temanya tersebut untuk berkunjung ke objek wisata Kaligua dan Telaga Ranjeng karena dirinya belum pernah berkunjung ke tempat tersebut.

"Setelah saya ke Ranjeng, saya baru ingat dengan mimpi pada malam sebelumnya yang sama persis dengan telaga tersebut," ungkap Suparmadi.

Karena ingin mengetahui lebih dalam mengenai Telaga Ranjeng, Suparmadi kemudian bertanya mengenai telaga tersebut kepada warga setempat. Saat itu, ia mengaku belum terpikir untuk berenang di telaga yang dianggap keramat itu.

Suparmadi kemudian melakukan meditasi di Tuk Bening Kaligua sendirian. "Saya disana sendirian dan meditasi selama kurang lebih satu jam," tuturnya.

Saat bermeditasi itulah Suparmadi mendapat semacam bisikan atau suruhan untuk berenang di Telaga yang terdapat banyak ikan lelenya tersebut. Saat turun dari Kaligua, ia berfikir apakah benar bisikan tersebut atau tidak.

Saat kembali ke Telaga Ranjeng, tiba-tiba, tutur Suparmadi, ada keinginan untuk berenang. Padahal, pintu masuk ke telaga yang dikelilingi pohon rindang tersebut.

"Keinginan berenang seperti tidak bisa ditahan. Kaki ini seperti melangkah sendiri. Rasanya seperti kemasukan apa tetapi masih sadar," ungkap Suparmadi. Meskipun ada rasa takut karena mengetahui cerita kekeramatan Telaga Ranjeng, namun karena rasa yang begitu kuat untuk berenang akhirnya ia mencari titik yang tepat untuk mulai berenang. Sebelum masuk kedalam air telaga, ia kembali merenung apakah bisikan tersebut memang benar atau hanya keingini diri sendiri. Namun pada akhirnya memberanikan diri berenang di telaga tersebut. (Yudhi)

TerPopuler