Talang Irigasi Putus, Ratusan Hektar Sawah di Kalinusu Brebes Terancam Gagal Panen

Talang Irigasi Putus, Ratusan Hektar Sawah di Kalinusu Brebes Terancam Gagal Panen

Selasa, 13 Agustus 2019

Warga Desa Kalinus, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes bergotong-royong membangun talang irigasi karena talang irigasi yang ada putus beberapa waktu lalu. - Foto: Yudhi Prasetyo.

PortalPantura.com, Brebes - Ratusan hektar sawah yang ditanami padi di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes terancam gagal panen lantaran tidak teraliri air irigasi sejak beberapi hari lalu, hal tersebut terjadi karena talang irigasi yang berada di Dukuh Kampung Baru desa setempat putus.

"Saya tidak tahu penyebabnya, tiba-tiba ada laporan bahwa talang putus," kata ulu-ulu setempat, Sutomo kepada awak media, Selasa (13/8/2019). Warga menduga putusnya talang tersebut karena bangunan yang lapuk akibat kualitas bangungan yang kurang baik. Padahal, bangunan talang tersebut baru dibangun sekitar empat tahun yang lalu.

Akibat putusnya talang irigasi tersebut, sebanyak kurang lebih 245 hektar sawah tidak teraliri air lagi, hal ini menjadi khawatiran bagi para petani yang khawatir padinya gagal panen.

Agar tidak gagal panen, warga bergotong-royong membangun talang irigasi darurat dengan menggunakan bambu sebagai tiang penyangganya. Sementara untuk talangnya akan digunakan drum yang disambung menggunakan las.

Melihat sawahnya kering, salah seorang petani, Khaeroni mengatakan, agar padi yang baru saja ditanamnya tetap mendapat suplai air, ia terpaksa membuat sumur bor di tengah sawah dan disedot menggunakan mesin pompa.

"Kalau bikin sumur bor dan beli mesim pompa biayanya mahal, namun bagaimana lagi," kata Khaeroni. Ia mengaku, jika padi di sawahnya dibiarkan begitu saja menunggu perbaikan talang bisa-bisa padinya mati dan gagal panen.

Khaeroni berharap pemerintah turun tangan menangani talang yang putus tersebut agar para petani bisa bercocok tanam lagi serta tidak mengalami gagal panen.

Seoang petani, Khaeroni sedang menyalakan mesin pompa air untuk mengairi sawahnya. - Foto: Yudhi Prasetyo.

Selain putusnya talang irigasi, petani di Desa Kalinusu juga menghadapi masalah pengairan, yakni groundsill atau bangun pemecah arus di Sungai Erang sudah beberapa tahun rusak akibat diterjang banjir sehingga suplai air ke sawah petani terganggu. Namun, hal tersebut sedikit dapat diatasi dengan membuat bendung sementara yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Meskipun sudah ada bendung sementara, namun petani masih khawatir karena bendung tersebut sewaktu-waktu bisa hilang diterjang banjir saat musim hujan tiba karena tidak bersifat permanen.

Petani berharap agar dapat membantu kehidupan bertani warga Desa Kalinusu dengan membuat talang irigasi dan grounsill yang rusak tersebut. (Yudhi)