Hadapi Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Miliki 3 Hal

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Miliki 3 Hal

Kamis, 05 September 2019

Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes H Tahroni sedang mambawakan materi saat menjadi keynote speaker pada In House Training bagi tenaga pendidik di lingkungan perguruan Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bumiayu. - Foto: Yudhi Prasetyo.

PortalPantura.com, Brebes - Tenaga Pendidik atau guru diharapkan siap Dalam menghadapi era digital dan revolusi industri 4.0, tenaga pendidik harus memiliki tiga hal yang harus dimiliki.

"Yang pertama adalah karakter. Dia harus memainkan peranya sebagai seorang pendidik, ia harus mentransfer karakter keteladanan kepada anak didiknya," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dindikpora) Kabupaten Brebes H Tahroni, usai menjadi keynote speaker pada In House Training (IHT) bagi tenaga pendidik Perguruan Muhamadiyah Dikasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Kamis (5/9/2019) di aula Rumah Sakit Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu.

Tahroni mangatakan, karakter yang dimaksud adalah nilai-nilai religius, kejujuran, demokratis dan lain-lain.

Yang terpenting bagi seorang tenaga penididik atau guru adalah kompetensi seperti kreatif, kolaboratif, komunikasi. "Kalau ini sudah dimiliki oleh guru insya Alloh akan berdampak pada siswanya," ucap Tahroni.

Yang tidak kalah pentingnya adalah literasi. Literasi ini banyak macamnya seperti literasi dasar, baca tulis, digital. Literasi digital penting dimiliki karena saat ini sedang menghadapi revolusi industri 4.0.

"Tiga komponen itulah yang harus dikuasai oleh guru," ucap Tahroni.

Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik atau Guru

Dikdasmen PCM Bumiayu Shodiqun mengatakan, In House Training yang dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik perguruan Muhammadiyah yang ada di wilayah PCM Bumiayu.

Peserta In House Training sendiri berasal dari guru SMA, guru SMK, guru SMP dan MTs, serta SD/MI.

"Peserta diagendakan sebanyak 250 peserta," kata Shodiqun.

Sementara, PCM Bumiayu, Sukmono mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan Muhammadiyah.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan tenaga pendidik atau guru di perguruan Muhammadiyah," kata Sukmono. (Yudhi)