Jejak Sejarah Galuhtimur Dikenalkan Melalui Lintas Alam - Portal Pantura

Jejak Sejarah Galuhtimur Dikenalkan Melalui Lintas Alam

Minggu, 15 September 2019, 15.42
iklan
Peserta EJS sedang melintasi rute jelajah. - Foto: Puad.  

PortalPantura.com, Brebes - Dalam upaya mengenalkan potensi wisata sejarah dan wisata budaya di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Karangtaruna Desa Galuhtimur bekerjasama dengan unit pariwisata BUMDes Maju Berkah Galuhtimur mengadakan kegiatan Explore Jejak Sejarah Galuhtimur (EJS), Minggu (15/09/2019).

Kegiatan lintas alam yang menjelajahi jejak temuan situs sejarah dan budaya di Galuhtimur itu diikuti oleh 249 peserta yang berasal dari Brebes dan luar kota seperti Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiswa dan pemuda pencinta alam.

Awwal Rayziq, Ketua Panitia Explore Jejak Sejarah Galuhtimur (EJS) mengatakan, event ini merupakan upaya terobosan event lintas alam dimana biasanya kegiatan lintas alam hanya berupa jelajah alam. "EJS mengkombinasikan jelajah alam dengan eksplorasi tempat-tempat temuan seperti temuan fosil hewan dan manusia purba, situs makam tempo dulu, dan temuan candi yang diduga peninggalan Kerajaan Galuh purba", katanya.

Rute jelajah lintas alam EJS menempuh jarak 10 km, start dari Balai Desa Galuhtimur, kemudian menuju situs Bandayuda, Darmaguna, Kampung Purba, Makamdawa, Kutabasa, Candi Gagang Golok, makam Mangku Jaya dan kembali finish di balai desa Galuhtimur.

Abdillah, salah satu peserta mengatakan, rute sepanjang 10 km sangat menantang. Dia merasa terkesan dengan situs-situs yang dilewati. "Sangat luar biasa, ternyata ada peninggalan budaya dan temuan purbakala di desa Galuhtimur" tuturnya

Kepala Unit Pariwisata BUMDes Galuhtimur, Muhaemin, event ini dogelar dengan harapan dapat mengenalkan potensi wisata desa Galuhtimur ke masyarakat yang lebih luas sehingga akan mendatangkan efek positif berupa peningkatan ekonomi warga. "Warga bisa berkreasi membuat oleh-oleh khas Galuhtimur yang bisa dijual ke wisatawan", ucapnya.

Sementara itu Iskandar, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes yang hadir pada event itu mengatakan dirinya sangat mengapresiasi event yang diadakan oleh Karangtaruna dan BUMDes yang didukung oleh Pokdarwis setempat. Dikatakan, Galuhtimur mempunyai potensi yang khas yang membedakan dengan daerah lain.


Ke depan diharapkan, Galuhtimur memiliki icon yang bisa menarik wisatawan untuk melakukan jelajah ke tempat-tempat temuan fosil yang usianya sudah 1,8 juta tahun, bahkan lebih tua dari temuan manusia purba di Sangiran. "Galuhtimur memiliki situs purbakala dan situs budaya era kerajaan tempo dulu yang potensial menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Brebes", Iskandar.

Iskandar berkomitmen agar event seperti EJS ini akan menjadi event tahunan dengan kemasan yang lebih menarik dan persiapan yang lebih matang. "Sebagai langkah awal EJS ini sangat baik dan semoga lebih suskes di tahun yang akan datang, dengan peserta lebih banyak, bahkan bisa menjadi event nasional", katanya. (Puad)

TerPopuler