Kemarau Berkepanjangan, Warga Karangbale Larangan Gelar Ritual Minta Hujan

Kemarau Berkepanjangan, Warga Karangbale Larangan Gelar Ritual Minta Hujan

Minggu, 08 September 2019

Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH menyiramkan air pada ritual barikan di Desa Karngbale, Kecamatan Larangan, Brebes. - Foto: Dok. Humas Kab. Brebes.  

PortalPantura.com, Brebes - Warga Karangbale, Kecamatan Larangan, Brebes menggelar ritual Barikan, Sabtu (8/9/2019). Ritual tersebut dilakukan karena warga desa tersebut telah lama tidak mengalami turun hujan karena musim kemarau yang berkepanjangan.


“Ritual Barikan sudah berlangsung lama di desa kami sebagai ritual yang berisi doa-doa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, bila musim kemarau tiba,” ujar Kepala Desa Karangbale Kecamatan Larangan Sumeru SH disela Festival Barikan, di Gunung Nyapa, desa setempat, Sabtu (7/9/2019).


Barikan, kata Sumeru, berasal dari kata Barokah, Berkah dan kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Berikan. Dengan ritual Barikan, berharap Allah SWT memberikan hujan yang penuh keberkahan.


Ritual tersebut, tutur Sumeru, dikemas dalam bentuk Festival Budaya karena mengandung nilai agama, budaya, dan wisata. Termasuk, didalamnya ada sedekah hasil bumi, pertunjukan kesenian daerah dan ekonomi kerakyatan.


“Ini kearifan lokal, yang harus kita lestarikan,” ujar Sumeru.


Semoga saja, sambung Sumeru, hujan cepat turun, masyarakatnya sejahtera, didatangkan juga keselamatan dan kemakmuran serta terhindar dari musibah yang diakibatkan oleh alam.


Sumeru menceritakan, Festival Barikan diawali dengan doa dan makan tumpeng bersama di aula kantor Desa Karangbale, Selanjutnya arak arakan pengantar Lebe Desa (Modin) yang menaiki kuda, untuk dimandikan dalam ritual Barikan.  Tersusun rapi juga barisan pembawa juada pasar, buah-buahan, kembang setaman, dan gunungan hasil bumi menuju Gunung Nyapah sejauh 1 kilometer sebagai tempat ritual. Usai acara inti, tamu undangan disuguhi penampilan seni budaya lokal antara lain tari jaipong dan pencak silat.


Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, tradisi Barikan harus diambil sisi positifnya. Karena nilai positifnya lebih banyak dari pada mudlaratnya. Antara lain bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi kreatif, peningkatan iman dan takwa kepada Allah SWT dan menarik wisatawan serta menjaga atau nguri-uri budaya asli Brebes.


“Kita ambil sisi positifnya saja, karena dalam acara semacam ini permohonan tetap ditujukan kepada Sang Pencipta Alam Semesta yaitu Allah SWT, meskipun ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan ritual seperti ini,”ujar Narjo.


Narjo juga mengingatkan, agar kita senantiasa melestarikan dan menjaga alam. Karena ada simbiosis mutualisme bila kita bersahabat dengan alam, alam telah banyak memberikan manfaat kepada umat manusia untuk itu harus menjaga alam kita. Bencana alam terjadi, akibat kerusakan di bumi yang dilakukan oleh ulah manusia.

“Jaga alam, jika ingin alam menjaga kita,” ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, perwakilan Forkompinca, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes, Kepala Desa Karangbale, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tamu undangan lainya.(Ysa/Wsd/HmsKabBbs)