Sejumlah Truk Terjaring Operasi Odol Satlantas Polres Tegal dan Dishub

Sejumlah Truk Terjaring Operasi Odol Satlantas Polres Tegal dan Dishub

Jumat, 13 September 2019

Tim Polres Tegal dan Dishub sedang memeriksa sebuah Dump Truk  yang kedapatan Over Load, dalam operasi ODOL yang digelar  di jalan raya Prupuk Tegal, Kamis (12/09/2019) siang. - Foto: Wijayanto.  

PortalPantura.com, Tegal - Kecelakaan maut yang terjadi selama ini kerap disebabkan oleh pelanggaran muatan dan dimensi kendaraan. Untuk mencegah kejadian tersebut Satlantas Polres Tegal bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal melaksanakan operasi dengan sasaran angkutan over dimensi dan over load (Odol), Kamis (12/09/2019) siang.

Dalam operasi yang digelar di jalan nasional Tegal-Purwokerto, tepatnya di ruas jalan raya Klonengan,  sedikitnya ada 104 unit angkutan barang diperiksa petugas gabungan.
Angkutan barang tersebut diperiksa meliputi beban muatan barang, kelengkapan administrasi, kelengkapan kendaraan, dan kesesuaian kendaraan dengan KIR.

Kasatlantas Polres Tegal AKP M Adiel Aristo melalui Kanit Turjawali Ipda Zaenudin menuturkan, dari jumlah angkutan barang yang diperiksa, 19 kendaraan di antaranya kasat mata melanggar ambang batas muatan, kebanyakan pelanggaran tersebut dilakukan oleh Truk-truk Dump pengangkut material tanah.

Selain kelengkapan surat-surat dan muatan, petugas juga mengkur dimensi kendaraan. Dimensi kendaraan merupakan ukuran sesuai dengan KIR. Pelanggaran lainya adalah SIM yang sudah tidak berlaku lagi serta STNK yang belum diperbarui.

"Pengecekan kelebihan muatan dan dimensi ini sangat penting karena kerap  mengakibatkan rem tidak berfungsi sehingga rentan menyebabkan kecelakaan," jelas Ipda Zaenudin

Ditambahkan Zaenudin, angkutan barang dengan kelebihan dimensi dan muatan dapat mengganggu sistem pengereman mesin.

Menurut dia, kelebihan muatan dan dimensi pada angkutan sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, contohnya insiden di Tol Cipularang beberapa waktu lalu.
"Selain menyebabkan kecelakaan, angkutan barang yang kelebihan muatan dan dimensi juga berdampak pada fisik jalan sehingga rusak. Kendaraan seperti itu yang harus kita cegah," jelasnya.

Dalam operasi ini, kendaraan angkutan yang melebihi muatan atau melanggar akan dikenakan pasal 307 UU nomer 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dengan kurungan dua (2) bulan serta denda Rp 500 ribu.

"Selain itu, muatan pada angkutannya pun akan dikurangi. Dalam operasi ini, setidaknya ada 19 kendaraan angkutan barang yang melanggar," jelas Zaenudin. (Wijayanto)