Tinggal Seorang Diri, Siswi SMP Tewas di Kamar Mandi - Portal Pantura

Tinggal Seorang Diri, Siswi SMP Tewas di Kamar Mandi

Sabtu, 21 September 2019, 12.30
iklan
Ilustrasi.   

PortalPantura.com, Brebes - Warga Desa Kramat RT 08 RW 04, Kecamatan Jatibarang, Brebes digegerkan dengan tewasnya salah seorang warga yang masih duduk di bangku SMP. Tewasnya Nur Amanda Saputro (15) membuat geger warga karena ia tewas di dalam kamar mandi empat hari sebelum ditemukan.

Nurlia memang tinggal seorang diri di rumahnya. Kedua orang tuanya, Jaya Saputra (35) dan Darkonah (33) sehari-hari tidak tinggal di rumah tersebut karena merantau dengan berjualan nasi di Jakarta.

Awalnya, tetangga Nurlia tidak menaruh curiga meskipun dalam beberapa hari terakhir tidak terlihat, karena setiap haripun rumah dalam keadaan sepi dan biasanya jika tidak pulang ke rumah menginap di rumah temanya.

Risbad (55), kakek Nurlia yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari rumah Nurlia menuturkan, sebelum ditemukan tewas di kamar mandi, Nurlia pernah mengeluh sakit kepadanya.

"Cucu saya demam setelah pulang sekolah," tutur Risbad.

Sementara dari informasi yang diperoleh menyebutkan, teman-teman sekolah Nurlia di SMP NU Sunan Kalijaga,  Adiwerna, Kabupaten Tegal tidak mengetahui bahwa Nurlia telah tewas. Yang diketahui hanya Nurlia tidak masuk dalam beberapa hari terakhir. Untuk mencari tahu penyebab tidak masuk, teman-teman sekelas Nurlia kemudian pergi kerumah Nurlia, namun rumah dalam kondisi terkunci hingga akhirnya bertanya pada kakeknya, Risbad.

Saat dicek, dari dalam rumah Nurlia tercium bau busuk. Merasa curiga, warga kemudian membuka paksa jendela sebagai jalan masuk ke dalam rumah. Saat ditemukan, tubuh Nurlia dalam keadaan tertelungkup dan posisi kepalanya masuk kedalam ember. Tubuh Nurlia juga dalam kondisi mengenaskan karena telah bengkak dan membiru.

"Korban diperkirakan meninggal dunia empat hari sebelum ditemukan," kata Babinsa Koramil 02 Jatibarang, Serka Muslikun.

Petugas medis dari Puskesmas Jatibarang yang mengecek keadaan korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, namun terdapat luka robek lime centimeter yang diduga akibat membentur tembok saat terpeleset.

Keluarga Nurlia mengaku ikhlas atas kepergiannya sehingga menolak untuk dilakukan otopsi. Nurliapun kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat setelah kedua orang tuanya datang dari Jakarta.

Sementara, Jaya Saputra, orang tua Nurlia, shock dengan kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Bahkan, ibu korban terus meratapi anak pertamanya tersebut sampai ke liang lahat. (Rls/Pendim0713Brebes)

TerPopuler