Dua Pemburu Landak Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan Pinus - Portal Pantura

Dua Pemburu Landak Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan Pinus

Rabu, 09 Oktober 2019, 20.17
iklan
Wakapolres Tegal Kompol Heru Budiharto SIK, MIK (tengah), Kasat Reskrim AKP Gunawan Wibisono SIK (kanan)dan Kasubbag Humas Iptu Slamet Nurosyid (kiri) menunjukan barang bukti alat pemburu Landak saat ekspos di Polres Tegal, Rabu (09/10/19) siang. - Foto: Wijayanto

PortalPantura.com, Slawi - Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal, Rabu (08/10/19) siang, mengamankan dua pemburu landak yang diduga memicu terjadinya kebakaran hutan pinus di Desa Kalibakung, Kecamatan/Kabupaten Tegal beberapa hari lalu. Keduanya Samiin (33) dan Tarwad (58) ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, seorang pelaku lain berinisial SGY masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto melalui Wakapolres Kompol Heru Budiharto SIK MIK saat gelar konferensi pers Rabu (9/10/2019) pagi mengatakan peristiwa kebakaran hutan Pinus KPH Pekalongan Barat terjadi pada Minggu (6/10/2019) di petak 4A di Desa/Kecamatan Kalibakung Kabupaten Tegal.

Saat itu, tiga teduga pelaku berupaya menangkap landak dari sarangnya dengan cara membakar semak-semak. Hal tersebut yang memicu terjadinya kebakaran hutan.

“Mereka memasang perangkap di depan lubang sarang landak. Kemudian membuat pengapian untuk membuat lemas landak yang akan ditangkap,” kata Heru. Namun api justru membesar sangat cepat menuju ke dua arah. Untuk yang mengarah ke Soka Tengah, api berhasil dipadamkan warga Namun, yang mengarah ke Soka Tengah tidak bisa karena tidak bisa dijangkau.

“Selanjutnya, petugas kehutanan menangkap salah satu pelaku dan menyerahkan kepada pihak Kepolisian. Kemudian dikembangkan lagi dan berhasil diidentifikasi dua pelaku lain. Satu berhasil ditangkap dan sisanya berhasil melarikan diri,” jelas
heru.

Dari tangan pelaku, tutur Heru, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, perangkap landak, parang dan arang yang digunakan untuk membuat api.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono menambahkan, akibat peristiwa itu sedikitnya empat hektare hutan pinus terbakar. Akibat perbautanya tersebut, para tersangka diancam dengan pasal 78 ayat (4) Jo pasal 50 ayat (3) huruf d Undang-undang 41/1999 tentang kehutanan. Mereka terancam dipidana kurungan selama enam tahun.
(Wijayanto)

TerPopuler