Polres Brebes Gelar Sarasehan Merajut Kebhinekaan untuk NKRI Bersama Mahasiswa dan Potensi Masyarakat - Portal Pantura

Polres Brebes Gelar Sarasehan Merajut Kebhinekaan untuk NKRI Bersama Mahasiswa dan Potensi Masyarakat

Selasa, 08 Oktober 2019, 13.03
iklan

PortalPantura.com, Brebes - Sebanyak 200 peserta mengikuti Sarasehan Kebangsaan bertajuk Merajut Kebhinekaan Untuk NKRI Bersama Mahasiswa dan Potensi Masyarakat. Acara yang dihadiri Kapolres Brebes AKBP Aris Suproyono SIK MSi tersebut dilangsungkan di Van de Jong Resto Objek Wisata Agro Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Senin (7/10/2019) malam.

Ustadz Akrom Jangka Daosat dari Kemenang Brebes menyampaikan bahwa sekarang ini banyak organisasi yang ingin mendirikan negara islam di Indonesia.

"Buat apa menderikan negara islam di Indonesia, di negeri ini kan banyak suku dan agama," kata Akrom.

Diakui Akrom, Indonesia memang salah satu negara islam dan Indonesia paling sempurna dalam menerapkan kaidah islam. Akan tetapi, Indonesia tidak tepat dijadikan negara islam karena di dalamnya terdapat banyak agama dan kepercayaan.

"Kenapa para ulama jaman dulu Indonesia tidak di jadikan Negara Islam dikarenakan Para ulama sadar bahwa negara indonesia merupakan negara sah dan mempunyai Pancasila sebagai dasar," ucap Akom.

Akom menambahkan, kilafah bukan sariat islam, tetapi kilafah adalah sejarah yang dibutuhkan saat itu. Karena, saat itu dibutuhkan koordinasi umat islam untuk memilih pemimpin.

Dikatakan Akom, mereka yang menginginkan kilafah merupakan orang yang tidak mengenal sejarah dan memiliki keinginan kekuasaan dengan dalih agama.

"Terkadang, mereka juga menjual agama lewat politik," ujar Akom. Karna itu, lanjut Akom, semua lapisan masyarakat harus mengenal empat pilar untuk mencegah terjadinya konflik.

Beberapa waktu lalu terjadi perdebatn mengenai islam nusantara. Namun dengan adanya islam nusantara membuat perbedaan yang ada menjadi toleransi terhadap agama dan kepercayaan lain. Islam nusantara juga memahami adanya budaya di masyarakat.

"Jangan sampai kita membunuh kearifan lokal," pinta Akom. Adat istiadat memang bukan ajaran islam, tetapi itu adalah ekspresi keberagaman yang harus dijaga bersama.

Budayawan Atmo Tansidik dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Indonesia sedang sakit sehingga butuh doa dan rasa.

"Banyak anak anak di Brebes yang sudah lupa dengan sejarah dan sudah lupa dengan bahasa daerah padahal di Al Qur'an harus memuliakan bahasa daerah," ucap Atmo.

Kepala BNK Brebes ini juga mengatakan, saat ini kearifan lokal sudah tidak dihargai lagi, bahasa bukan hanya bahasa arab, tetapi bahasa sendiri harus dijaga dari kepunahan.

Sementara, dalam acara tersebut terlihat hadir Kapolres Brebes AKBP ARIS SUPRIYONO, SIK, MSi, Kabag Ops Polres Brebes Kompol Harry Sutadi S.Sos, Kabag Sumda Polres Brebes Kompol Hery Tristiyono, SH, Kasat Lantas Polres Brebes AKP Moch Adimas Purwonegoro, Kasat Sabhara Polres Brebes AKP Guritno, Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Nur Cholis  SH MH, Kasat Binmas Polres Brebes AKP Pranata, SH, MH, Kapolsek Jajaran Brebes selatan, Kades Ds. Pandansari Sdr. Irawan Susanto, ADM Balapulang Sdr. Anton, Perwakilan BEM dan Mahasiswa Kab. Brebes, Perangkat Desa, Tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Pandansari, Atmo Tansidik selaku Budayawan.

Acara yang diprakarsai Polres Brebes tersebut diakhiri dengan ramah tamah yang diiringi hiburan musik.
(Yudhi)

TerPopuler