Profesi Apoteker Masih Belum Populer Dimata Anak-anak - Portal Pantura

Profesi Apoteker Masih Belum Populer Dimata Anak-anak

Sabtu, 12 Oktober 2019, 17.53
iklan

PortalPantura.com, Brebes - Profesi apoteker dimata anak-anak masih belum populer dibanding dengan dokter, tentara, maupun polisi. Padahal, profesi apoteker memiliki peran yang sangat vital dan dibutuhkan sekali di dunia kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Dr Sartono MM mengungkapkan, karena belum dikenal, maka profesi apotekes sepi peminat namun justru sangat dibutuhkan di dunia kesehatan.  Kehadiran para apoteker di sekolah, diharapkan akan merasuk dalam jiwa dan pemikiran para siswa untuk memilih profesi apoteker dalam cita-citanya.

Dalam bidang kesehatan, lanjutnya, banyak profesi yang didalamnya terlibat seperti dokter, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga fungsional lainnya. Biasanya, disebut tenaga medis, para medis, dan rekam medis.

“Apoteker mulia karena bisa memilih obat dan penghasilannya juga lebih banyak kalau apotiknya laris looh adik-adik, bila dibandingkan dokter,” kata Sartono saat membuka Apoteker Mengajar di SD Negeri Kersana 02, Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, Sabtu (12/10/2019).

Kedatangan para apoteker juga bisa memberikan pengetahuan yang baik soal obat, kepada para siswa. "Memberikan obat itu kalau sesuai dengan resep, obat akan membuat sehat, tapi kalau berlebihan itu akan akan jadi racun," jelasnya.

Sartono berharap, agar apa yang diberikan oleh apoteker bisa menyerap apa yang disampaikan, supaya bisa disampaikan ke orang lain.

Hal tersebut diakui Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Brebes Doni Henri bahwa di Kabupaten Brebes hanya ada 260 apoteker dan yang PNS baru sekitar 25 orang. Untuk itu, pihaknya sengaja hadir di SD Negeri Kersana 02 dan SD Muhammadiyah Bumiayu.

Kepala SD Negeri Kersana 02 Risdiarto merasa bangga, karena sekolahnya dijadikan tempat untuk penyuluhan dan pembentukan apoteker cilik. Sehingga para siswa bisa mempelajari banyak hal terkait dengan penggunaan obat yang baik dan benar.

Ketua Panitia Primeradi menjelaskan, kegiatan Apoteker Mengajar merupakan rangkaian dari Hari Apoteker Sedunia yang jatuh tiap 25 September.

Kegiatan ini, juga sebagai tindak lanjut atas insstruki Ketua IAI pusat menggelar pemilihan apoteker cilik, untuk mendapatkan rekor MURI berupa cakupan 50 ribu peserta apoteker cilik se Indonesia.

Mereka, para apoteker cilik ini diberikan kegiatan game atau permainan. Diantaranya good choice dan bad choice dan pembacaan puisi serta kampanye obat : Dapatkan, gunakan, simpan dan buang (Dagu Sibu).

"Pengetahuan tentang obat-obatan harus miliki sejak dini supaya anak-anak tahu cara menggunakan obat yang baik dan benar sehingga tidak menggunakan obat sembarangan dan perlunya pengawasan orang tua,” tutur Primer.

Sementara, dalam acara apoteker mengajar tampak para siswa SD Negeri Kersana 02 antusias mengikuti penyuluhan tentang obat, game dan baca puisi di dua ruang kelas. Mereka mendapatkan bimbingan 90 Apoteker, sedangkan 40 apoteker membimbing para siswa di SD Muhammadiyah Bumiayu.

Salah seorang siswa kelas V SD N Kersana 02 Amira mengaku senang mendapatkan bimbingan dari para apoteker Brebes. Sehingga bisa mengenal tentang bagaimana menggunakan obat yang baik dan benar. Dalam kesempatan tersebut, Amira juga membacakan puisi yang berisi tentang keteguhan dan kebaikan seorang apoteker. “Puisi ini saya buat bersama ibu di rumah,” tuturnya.

Dalam permainan, para apoteker cilik di SD N Kersana 02 dibagi dalam 8 kelompok yang masing masing kelompok beranggotakan 5 siswa. Mereka berkompetisi dalam game, pembacaan puisi dan penampilan lainnya dalam arahan para apoteker.
(Yd/Wsd/Dinkominfotik Brebes)

TerPopuler