Warga Brebes Ditangkap Terkait Penyerangan Terhadap Wiranto - Portal Pantura

Warga Brebes Ditangkap Terkait Penyerangan Terhadap Wiranto

Kamis, 10 Oktober 2019, 19.48
iklan
Fitri Andiana, warga Brebes yang ditangkap polisi terkait penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Kamis (10/10/2019) - Foto: Istimewa.

PortalPantura.com, Brebes - Warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan Brebes, Fitri Andiana diduga ikut terlibat dalam penyerangan terhadap Mennteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) saat kunjungan kerja di daerah tersebut. Ia ditangkap bersama dengan seorang laki-laki bernama Syahril Alamsyah (31) yang belakangan diketahui merupakan pasangan Fitri, namun Syahril merupakan warga luar pulau jawa.

Kepala Desa Sitanggal, Untung Andi Purwanto, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan bahwa Fitria Andriana merupakan warga desanya. “Kedua orang tua serta kakak dan adiknya tinggal disini. Tapi Fitri merantau di Banten,” katanya.

Untung menuturkan, belum lama ini Fitri pulang kampung, namun tidak lama berada di rumah kemudian berangkat lagi merantau.

Pasangan Fitri, Syahril Alamsyah diketahui pernah datang ke Sitanggal dan meminta izin kepada orang tua Fitri untuk bertunangan pada lebaran kemarin.

Fitri sendiri merupakan anak ketiga dari pasangan Sartono dan Cati. Ia dikenal oleh tetangganya sebagai orang pendiam dan tertutup. Bahkan, saat pulang kemarin, Fitri hanya berdiam diri di rumah dan tidak bersosialisasi dengan warga sekitar.

Pasca penangkapan Fitri, rumah Fitri di Desa Sitanggal RT 07 RW 02, Kecamatan Larangan digeledah petugas kepolisian dari Polres Brebes dibantu petugas dari Polsek Larangan.

Wartono, salah seorang perangkat desa setempat menyebut, penggeledahan rumah Fitri dilakukan pada pukul 12 siang, Kamis (10/10/2019). “Yang saya tau, polisi membawa dua buku, busur, dan anak panah,” tutur Wartono.

Selain membawa barang bukti, orang tua Fitri yakni Sartono dan Cati ikut di bawa ke kantor polisi untuk kepentingan pemeriksaan. Pemeriksaan di kantor polisi dilakukan karena keadaan tidak memungkinkan memeriksa kedua orang tua Fitri di rumah.

Seperti diketahui, peristiwa penyerangan terhadap Wiranto dilakukan di alun-alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Kedatangan Wiranto untuk meresmikan gedung perkuliahan Universitas Mathlaul Anwar. Saat hendak bertolak dari acara, di alun-alun Menes, Wiranto diserang dari arah belakang.

Dalam insiden tidak terduga tersebut, selain Wiranto, juga dikabarkan ada dua orang lagi yang menjadi korban insiden tersebut sehingga total korban menjadi tiga orang.

Sebelum dirawat di RSPAD, Wiranto sempat dilarikan ke Klinik Menes Medical yang selanjutnya dibawa ke RSUD Pandeglang.
(Tri H/Red)

TerPopuler