Portal Pantura, Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rebound signifikan setelah mengalami tekanan jual selama enam pekan berturut-turut. Mata uang kripto terbesar ini kini diperdagangkan di level $91.327, menandai pemulihan yang didorong arus dana institusional dan optimisme pasar.
Aliran Dana ETF Spot Picu Rebound
Penguatan Bitcoin terjadi bersamaan dengan masuknya dana segar ke Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin. Investor institusional menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek jangka panjang aset digital ini.
Pasar tetap resilient meski dihantam sentimen negatif dari ketegangan geopolitik Amerika Serikat-Venezuela. Pelaku pasar lebih fokus pada tren likuiditas dan permintaan institusional ketimbang gejolak makroekonomi sesaat.
Whale Bitcoin Ubah Strategi Drastis
Data on-chain mengungkap perubahan perilaku drastis dari pemegang Bitcoin besar atau whale. Alamat dompet berisi 10.000-100.000 BTC tercatat melepas sekitar 50.000 koin antara 29 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.
Fase distribusi masif ini mencerminkan sikap wait-and-see whale saat Bitcoin berkonsolidasi di bawah resistensi kunci.
Namun situasi berubah 180 derajat dalam 24 jam terakhir. Whale justru mengakumulasi sekitar 10.000 BTC bernilai $912 juta setelah harga menembus zona $90.000.
Pembelian besar-besaran ini mengindikasikan kepercayaan kuat dari pemegang institusional. Aksi beli whale berpotensi menyerap tekanan jual retail dan menstabilkan harga dalam jangka pendek.
Penambang Manfaatkan Momentum Jual
Di sisi lain, aktivitas penambang Bitcoin menambah dinamika menarik pada pergerakan harga. Data posisi bersih penambang menunjukkan lonjakan penjualan tajam.
Arus keluar Bitcoin dari penambang meningkat dari 55 BTC menjadi 604 BTC dalam sehari. Penambang memanfaatkan rally harga untuk merealisasikan profit dan menutupi biaya operasional.
Meski volume penjualan relatif kecil dibanding total pasokan pasar, aktivitas profit-taking penambang tetap berpengaruh. Tambahan pasokan ini dapat meredam momentum bullish, terutama jika pertumbuhan permintaan melambat.
Analisis Teknikal: Target $95.000 Terbuka
Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil break out dari pola turun enam minggu. Penembusan ini menandai shifting momentum ke zona bullish.
Untuk mempertahankan tren naik, Bitcoin perlu mengkonsolidasi di atas support $92.031. Level ini menjadi krusial sebagai fondasi rally menuju target $95.000.
Indikator moving average menjadi parameter penting berikutnya. Exponential Moving Average (EMA) 50 hari berada di $91.554, sementara EMA 365 hari di $97.403. Keduanya saat ini berfungsi sebagai resistensi.
Konversi kedua level resistensi menjadi support akan mengkonfirmasi pembalikan tren lebih kuat. Skenario ini membuka peluang Bitcoin kembali menembus level psikologis $100.000.
Sentimen Pasar Membaik
Kombinasi akumulasi whale dan break out teknikal menciptakan sentimen positif di pasar kripto. Investor institusional menunjukkan kepercayaan jangka panjang meski volatilitas tetap tinggi.
Namun trader disarankan tetap waspada terhadap risiko koreksi. Penjualan penambang dan kondisi makroekonomi global masih bisa memicu volatilitas mendadak.
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah rally ini sustainable atau hanya rebound teknikal sementara. Level $92.000 menjadi zona krusial yang harus dipertahankan untuk melanjutkan tren bullish.***

