Portal Pantura, Jakarta – Sebuah kesalahan teknis yang hampir mustahil dipercaya menimpa salah satu bursa mata uang kripto terbesar di Korea Selatan. Bithumb, platform perdagangan aset digital yang beroperasi di negeri ginseng, tanpa sengaja mendistribusikan Bitcoin senilai lebih dari 40 miliar dolar AS atau setara Rp672 triliun kepada para penggunanya.
Kesalahan monumental ini bermula dari program promosi sederhana yang seharusnya memberikan hadiah kecil kepada nasabah.
Kronologi Insiden
Pada Jumat, 6 Februari 2025, Bithumb merencanakan kampanye promosi dengan memberikan hadiah uang tunai sebesar 2.000 won Korea atau sekitar Rp22.000 per pengguna. Namun, sistem mengalami kesalahan fatal yang mengakibatkan para penerima hadiah justru mendapat 2.000 Bitcoin per orang.
Dengan harga Bitcoin saat itu mencapai sekitar 104,5 juta won Korea, setiap nasabah yang seharusnya menerima Rp22.000 malah mendapat aset kripto senilai miliaran rupiah.
Total 695 nasabah terdampak dalam insiden ini, dengan total distribusi mencapai 620.000 Bitcoin – jumlah yang fantastis bahkan dalam skala pasar kripto global.
Respons Cepat Platform
Menyadari kesalahan serius ini, tim Bithumb langsung mengambil tindakan darurat. Platform membatasi semua transaksi dan penarikan dana bagi 695 akun yang menerima Bitcoin gratis selama 35 menit.
Langkah cepat ini terbukti efektif. Bithumb berhasil memulihkan 99,7 persen dari total Bitcoin yang terdistribusi secara keliru. Artinya, hampir seluruh aset digital yang sempat “terbagi” berhasil dikembalikan.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menegaskan bahwa insiden ini murni kesalahan internal dan bukan akibat peretasan eksternal atau kebocoran keamanan sistem.
“Kami ingin menegaskan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan serangan peretas dari luar atau celah keamanan. Sistem keamanan dan manajemen aset pelanggan kami tetap aman,” demikian pernyataan Bithumb.
Gejolak Pasar
Dampak kesalahan ini langsung terasa di pasar. Aksi jual massal terjadi di dalam platform ketika sebagian nasabah yang menerima Bitcoin gratis berusaha mencairkan aset mereka.
Harga Bitcoin di Bithumb sempat anjlok drastis hingga 17 persen, menyentuh level 81,1 juta won pada sore hari. Namun, setelah transaksi dibatasi dan situasi terkendali, harga kembali pulih ke posisi 104,5 juta won.
Pengawas Keuangan Turun Tangan
Insiden ini menarik perhatian serius dari otoritas keuangan Korea Selatan. Komisi Layanan Keuangan negara tersebut menyatakan kejadian ini menunjukkan kerentanan signifikan dalam industri aset virtual.
Setelah menggelar rapat darurat, para regulator memutuskan untuk melakukan inspeksi langsung ke kantor Bithumb dan beberapa bursa kripto lainnya di Korea Selatan. Fokus pemeriksaan adalah sistem kontrol internal dan kemungkinan pelanggaran hukum.
Posisi Bithumb di Industri Kripto Korea
Bithumb merupakan salah satu pemain besar di industri kripto Korea Selatan, meskipun masih berada di bawah dominasi Upbit yang menguasai pangsa pasar terbesar di negara tersebut.
Insiden ini menjadi ujian serius bagi reputasi dan kredibilitas Bithumb di tengah kompetisi ketat pasar kripto Korea yang terus berkembang. Pertanyaannya kini: langkah apa yang akan diambil perusahaan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan?.***

