Jenis Masakan yang Sebaiknya Tidak Dimasak di Wajan Stainless Steel
Portal Pantura – Wajan stainless steel telah lama menjadi pilihan favorit di dapur, baik rumah tangga maupun profesional. Daya tahannya yang kuat, kemampuannya menghantarkan panas secara merata, serta tampilannya yang mengilap menjadikannya andalan banyak orang dalam menyiapkan aneka hidangan.
Namun, tidak semua jenis masakan cocok dimasak menggunakan wajan berbahan stainless steel. Meski tampak serbaguna, jenis wajan ini ternyata memiliki keterbatasan, terutama dalam hal reaktivitas dan sifat permukaan yang tidak antilengket. Beberapa jenis makanan justru bisa gagal tersaji dengan baik bila dipaksakan dimasak di wajan ini.
Mengutip dari Real Simple, berikut tiga jenis makanan yang sebaiknya tidak dimasak menggunakan wajan stainless steel:
1. Telur
Telur adalah salah satu bahan makanan yang paling sering diolah di dapur. Sayangnya, memasak telur di atas wajan stainless steel bisa menjadi pekerjaan yang merepotkan. Tanpa lapisan pelindung, telur sangat mudah menempel di permukaan wajan.
Masalah ini biasanya muncul saat wajan tidak dipanaskan dengan suhu yang tepat, atau ketika minyak yang digunakan tidak cukup melumasi permukaan. Alhasil, telur bisa sulit dibalik dan mudah hancur. Hal ini tentu akan merusak tekstur, terutama jika menginginkan hasil yang setengah matang atau lembut.
Solusinya, gunakan wajan antilengket atau wajan besi cor berlapis yang lebih cocok untuk memasak telur. Kedua jenis wajan ini mampu menjaga tekstur telur tetap utuh dan matang dengan sempurna tanpa lengket.
2. Saus Tomat dan Masakan Asam
Masakan berbahan dasar tomat atau bahan makanan dengan tingkat keasaman tinggi juga sebaiknya dihindari dari wajan stainless steel. Meski terdengar mengejutkan, logam stainless steel ternyata bisa bereaksi dengan makanan asam.
Proses pemasakan saus tomat dalam wajan stainless steel bisa menyebabkan perubahan warna pada wajan serta memicu pelepasan unsur logam seperti nikel dan kromium dalam jumlah kecil ke dalam makanan. Meskipun belum tentu berbahaya, hal ini tetap menimbulkan kekhawatiran akan keamanan makanan.
Untuk jenis masakan ini, peralatan masak non-reaktif seperti wajan enamel atau wajan keramik menjadi pilihan yang lebih aman. Keduanya tidak bereaksi terhadap asam sehingga rasa dan kandungan nutrisi makanan tetap terjaga.
Tim Redaksi
