Portal Pantura – Kalender Jawa masih menjadi acuan penting bagi banyak masyarakat. Mulai dari menentukan hari baik pernikahan, pindah rumah, hingga memahami karakter seseorang lewat weton.
Hari ini, Sabtu 13 Juni 2026, dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan 27 Besar 1959. Sementara dalam kalender Hijriah, hari ini adalah 27 Dzulhijjah 1447 H.
Pasaran hari ini adalah Legi, sehingga weton hari ini jatuh pada Sabtu Legi.
Kalender Jawa Hari Ini
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kalender Jawa | 27 Besar 1959 |
| Kalender Masehi | 13 Juni 2026 |
| Kalender Hijriah | 27 Dzulhijjah 1447 H |
| Hari | Sabtu |
| Pasaran | Legi |
| Weton | Sabtu Legi |
| Neptu | 14 |
Watak Weton Sabtu Legi
Neptu weton Sabtu Legi adalah 14, diperoleh dari nilai hari Sabtu (9) ditambah nilai pasaran Legi (5).
Mereka yang lahir pada weton ini dikenal menyukai gaya hidup berkualitas. Kualitas selalu menjadi prioritas, bukan sekadar harga murah.
Dalam pergaulan, mereka cenderung memilih lingkungan orang-orang cerdas dan berkarakter baik. Kemampuan menghargai pendapat orang lain juga menjadi kelebihan mereka.
Namun ada sisi yang perlu diwaspadai. Ucapan mereka kerap terasa tajam, sehingga terkadang memicu reaksi sarkastis dari orang-orang di sekitarnya.
Kalender Jawa Juni 2026: Peralihan Besar ke Suro
Juni 2026 mencakup dua bulan dalam penanggalan Jawa, yakni Besar dan Suro.
Bulan Besar berlangsung hingga 16 Juni 2026 atau Selasa Wage 30 Besar 1959. Setelah itu, kalender Jawa memasuki bulan Suro mulai 17 Juni 2026 atau Rabu Kliwon 1 Suro 1959.
Bulan Suro berlangsung hingga 16 Juli 2026. Pergantian ini menjadi momen penting, karena Suro merupakan bulan pertama dalam kalender Jawa yang sarat dengan tradisi dan ritual adat.
Sistem Penanggalan Jawa
Kalender Jawa menggunakan sistem lunar, serupa dengan kalender Hijriah. Namun ada perbedaan mendasar.
Dalam kalender Jawa, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam atau bakda Magrib. Bukan pada tengah malam seperti kalender Masehi.
Sistem ini memadukan dua siklus sekaligus. Pertama, Saptawara atau tujuh hari dalam sepekan. Kedua, Pancawara atau lima hari pasaran, yakni Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Perpaduan keduanya menghasilkan weton yang diyakini memiliki makna tersendiri bagi kehidupan masyarakat Jawa.***
Tim Redaksi
