Portal Pantura, Tegal – Grup band Lawang Pitu memilih Kota Tegal sebagai lokasi peluncuran album kedua mereka bertajuk “Lahir untuk Jadi Pemenang”. Peluncuran berlangsung pada Sabtu malam (22/11/2025) di Mako Lanal Kota Tegal.
Leader band, Azis Basuki, menjelaskan alasan memilih kota bahari ini. Menurutnya, Tegal memiliki basis penggemar musik rock yang kuat.
“Tegal menjadi barometer musik rock. Penggemar musik rock di sini juga banyak,” kata Azis.
Peluncuran di Markas TNI AL
Keunikan peluncuran album kali ini terletak pada pemilihan lokasi. Lawang Pitu menggelar acara di markas komando Angkatan Laut Tegal. Langkah ini jarang dilakukan band-band lain.
Kolaborasi dengan institusi militer menunjukkan pendekatan berbeda dalam promosi musik. Hal ini juga mencerminkan kedekatan band dengan berbagai kalangan masyarakat.
Karakter Musik Lebih Easy Listening
Album kedua Lawang Pitu hadir dengan warna musik berbeda dari album perdana. Azis mengungkapkan perubahan signifikan dalam aransemen lagu-lagu mereka.
“Musiknya lebih slow dan mudah didengar dibanding album pertama. Kami ingin lebih easy listening,” jelasnya.
Perubahan gaya musik ini merupakan strategi band untuk menjangkau pendengar lebih luas. Konsep yang lebih mudah dinikmati diharapkan mampu menarik penggemar baru.
Tiga Lagu Andalan
Album “Lahir untuk Jadi Pemenang” menampilkan beberapa lagu unggulan. Azis menyebutkan tiga lagu yang menjadi andalan album ini.
Pertama, lagu “Kuakui” yang mengeksplorasi tema pengakuan. Kedua, “Sepihan Syurga” dengan nuansa lain. Ketiga, “Ilusi” yang menawarkan pesan berbeda.
Ketiga lagu tersebut diprediksi akan menjadi hits di kalangan penggemar musik rock Indonesia.
Antusiasme Penggemar Tegal
Konser peluncuran album di G-CityWalk Kota Tegal. Ribuan penggemar diperkirakan akan memadati venue untuk menyaksikan penampilan Lawang Pitu.
Suasana malam minggu di Kota Tegal semakin panas dengan dentuman musik keras khas rock. Band asal Indonesia ini akan menghipnotis penonton dengan energi panggung yang memukau.
Pemilihan akhir pekan sebagai waktu peluncuran terbukti tepat. Animo masyarakat sangat tinggi untuk menikmati musik langsung setelah aktivitas pekan sibuk.
Apalagi dalam konser tersebut dimeriahkan personel band ternama seperti Eet dari Edana, Edwin dari Cokelat, Irang dan Jhon dari Boomerang, serta Windy dari Takeover.
Perjalanan Karier Lawang Pitu
Album kedua ini menandai fase baru perjalanan karier Lawang Pitu. Setelah sukses dengan album perdana, mereka berani mengambil risiko dengan mengubah gaya musik.
Transformasi ini menunjukkan kematangan bermusik. Band tidak terjebak dalam zona nyaman dan terus berinovasi.
Dengan tagline “Lahir untuk Jadi Pemenang”, Lawang Pitu mengirimkan pesan motivasi kepada pendengar. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi semangat untuk terus berjuang.
Peluncuran album kedua Lawang Pitu di Tegal membuktikan bahwa musik rock Indonesia masih memiliki tempat istimewa di hati penggemar. Dukungan masyarakat lokal menjadi energi bagi band untuk terus berkarya.***
Tim Redaksi
