Portal Pantura – Jagat media sosial Threads mendadak heboh usai unggahan akun @tamdjs milik dokter Tamara Jasmine yang menyoroti sistem BPJS Kesehatan menuai polemik. Pernyataannya terkait beban kerja tenaga kesehatan dan aturan pembayaran BPJS langsung memicu kritik tajam dari publik serta sesama nakes.
Kritik publik mencuat karena narasi yang diunggah dinilai kurang berempati kepada para pengguna fasilitas jaminan kesehatan masyarakat tersebut. Kehebohan ini lantas membuat netizen penasaran dengan sosok serta latar belakang rekam jejak sang dokter.
Awal Mula Sorotan Publik terhadap Tamara Jasmine
Dalam unggahannya, dokter Tamara menyoroti bahwa tenaga kesehatan tidak mendapat bayaran dari BPJS jika penanganan kasus pasien tidak sesuai ketentuan. Ia menambahkan bahwa masyarakat membayar ke BPJS, bukan langsung ke pihak rumah sakit atau nakes.
Pernyataan yang paling menyita perhatian adalah saat ia menuliskan kalimat bahwa tidak ada yang meminta warga berobat ke fasilitas tempatnya bertugas. Tulisan tersebut dinilai menyinggung perasaan masyarakat luas hingga memicu gelombang komentar pedas di media sosial.
Profil dan Rekam Jejak Karier Dokter Tamara Jasmine
Berdasarkan informasi pada profil LinkedIn pribadinya, dokter asal Palembang ini merupakan lulusan Universitas Negeri Jambi tahun 2018. Ia mencantumkan berbagai riwayat pekerjaan medis di sejumlah klinik maupun rumah sakit daerah hingga Jakarta.
Pengalaman kerja yang dicantumkan meliputi posisi dokter jaga, dokter poli, hingga jabatan struktural seperti Direktur Pelayanan Medis RSIA Ibnu Sina Jakarta. Namun, beberapa instansi yang namanya terseret segera memberikan respon dan klarifikasi terbuka kepada publik.
Tanggapan Resmi Rumah Sakit Terkait
RSUP Persahabatan menegaskan bahwa dr. Tamara Jasmine saat ini bukan merupakan bagian dari pegawai atau nakes di rumah sakit tersebut. Pihak rumah sakit mencatat ia hanya pernah bertugas sebagai relawan Covid-19 pada rentang Juli hingga Oktober 2021.
Di sisi lain, manajemen RS Pusri Palembang membenarkan bahwa dr. Tamara merupakan dokter baru yang bergabung sejak Mei 2026. Pihak RS Pusri menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan tersebut dan berjanji memberikan sanksi tegas sesuai aturan internal.
Permintaan Maaf dan Clarifikasi Kasus
Setelah deretan unggahannya memicu respons negatif di ruang publik, dr. Tamara Jasmine akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi diri dalam berkomunikasi di media sosial.
Ia juga menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga almarhum Yurizal terkait isu yang berkembang. Tamara mengklarifikasi bahwa komentar di Threads tersebut sejatinya bermaksud membahas sistem BPJS secara umum, bukan menujukan pesan ke keluarga tertentu.
Judul Foto: Unggahan Viral Dokter Tamara Jasmine Caption Foto: Tangkapan layar unggahan dr. Tamara Jasmine di platform Threads yang memicu perdebatan publik terkait pelayanan pasien BPJS Kesehatan.***






