Portal Pantura,Tegal -Aksi Penyulaman di lokasi petak 48E, Perhutani siapkan 600 plc untuk lahan seluas 10 ha, dengan jenis bibit diantaranya selang, klepu, gringging, baros, dempul, pasang dan juga ada lokal anggrung dan menyere.
Perhutani KPH Pekalongan Barat dalam penyulaman mengandeng Forkompinda Kabupaten Tegal pada Rabu 6/11/2014 dengan stakeholder dan relawan peduli lingkungan di lereng Gunung Slamet.
Kegiatan Penyulaman oleh Perhutani KPH Pekalongan Barat dilakukan di lokasi lereng Gunung Slamet tepatnya di Pedukuhan Sawangan Desa Sigedong Bumijawa Tegal.

Sedangkan kegiatan ini bertujuan untuk pemeliharaan dan pengisian tanaman yang ditanam pada tahun 2023 serta upaya Perhutani KPH Pekalongan Barat dalam merehabilitasi hutan lindung yang rusak.
Nampak hadir di lokasi petak 48E RPH Guci BKPH Bumijawa, Administratur KPH Pekalongan Barat Prasetyo Lukito hadir pula Pj Bupati Tegal diwakili Asisten II Sekda Tegal Joko Kurnianto.
Prasetyo Lukito menjelaskan sinergitas miliki peran penting untuk keberhasilan rehabilitasi hutan lindung, memastikan tanaman telah ditanam tumbuh dengan baik dan menjaga fungsi ekologis hutan.
“Kegiatan ini menjadi upaya Perhutani KPH Pekalongan Barat melakukan pemeliharaan hutan lindung secara intens, tidak hanya melalui penanaman, tapi juga pengawasan serta penjagaan pasca-penanaman.” jelas Prasetyo.
Menurutnya, penyulaman lahan nanti telah disiapkan 600 bibit pohon di area seluas 10 hektar dengan berbagai jenis tanaman lokal.
Ia menambahkan, bahwa pada tahun 2024, KPH Pekalongan Barat rencanakan reboisasi di wilayah Kabupaten Tegal seluas 287,7 hektar dengan kebutuhan bibit mencapai 56.000 pohon.
Asisten II Sekda Kabupaten Tegal, Joko Kurnianto dalam hal ini memberikan apresiasi Perhutani KPH Pekalongan Barat atas pelaksanaan kegiatan peduli lingkungan diantaranya penghijauan di lereng Gunung Slamet.
“Kali ini Kami bersama KPH Pekalongan Barat menanam pohon (Gringging) salah satu pohon endemik hutan Jawa yang ada diketinggian lereng Gunung Selamet, 2.100 MDPL” tuturnya.
Ia berharap masyarakat dan seluruh pihak terkait bersama-sama untuk menjaga dan memelihara hutan lindung demi manfaat jangka panjang.
” Jadi tidak hanya di wilayah sekitar, tetapi juga hingga ke hilir, termasuk hingga di wilayah Kecamatan Lebaksiu, Slawi, Adiwerna, terus berlanjut ke Kota Tegal.” Pungkasnya.
Nmapak hadir Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Tegal, Perwakilan Polres Tegal, Perwakilan Kodim 0712 Tegal, Camat, Kapolsek dan Koramil Bumijawa serta Kelompok Pecinta Alam di Guci Kabupaten Tegal. ***
Tim Redaksi
