Dapatkan Update Terbaru dari Kami Setuju Tidak
tutup / scroll untuk melanjutkan
Lifestyle

Mengapa Gen Z Mudah Stres? Ini 11 Kebiasaan Buruk dan Solusinya

Avatar photo
×

Mengapa Gen Z Mudah Stres? Ini 11 Kebiasaan Buruk dan Solusinya

Sebarkan artikel ini
Seorang anak muda Gen Z tampak cemas saat menatap layar ponsel, mencerminkan tingginya tekanan mental dan ketergantungan digital pada generasi muda saat ini. (Foto: Gemini/Generate AI)
Seorang anak muda Gen Z tampak cemas saat menatap layar ponsel, mencerminkan tingginya tekanan mental dan ketergantungan digital pada generasi muda saat ini. (Foto: Gemini/Generate AI)

Portal Pantura – Generasi Z dikenal sangat adaptif dengan perkembangan teknologi terkini. Namun, tekanan hidup modern membuat banyak dari mereka mengadopsi kebiasaan yang merugikan.

Mengetahui kebiasaan buruk ini dapat membantu Gen Z menemukan arah hidup yang lebih tenang. Berikut adalah 11 kebiasaan buruk yang perlu segera diatasi.

iklan

Kebiasaan Digital dan Sosial yang Mengganggu

1. Terlalu Lama Menatap Layar Ponsel

Laporan tahun 2024 menunjukkan Gen Z menghabiskan seperempat hidupnya di ponsel. Kebiasaan scrolling tanpa henti ini mengganggu kesehatan fisik, mental, hingga hubungan sosial.

2. Menghindari Interaksi Langsung (IRL)

Banyak anak muda mengalami kecemasan sosial dan memilih mengisolasi diri. Padahal, interaksi langsung sangat penting untuk menjaga imunitas dan kesehatan emosional.

3. Mengandalkan Media Sosial untuk Berita

Mendapatkan berita hanya dari media sosial rentan memicu stres akibat paparan informasi berbias. Algoritma media sosial juga mempersempit sudut pandang objektif mereka.

4. Membangun Identitas Berdasarkan Tren

Akses internet tanpa batas membuat Gen Z rentan mengekor tren demi pengakuan. Kebiasaan ini menghambat mereka dalam membentuk identitas diri yang otentik.

Masalah Keuangan dan Manajemen Diri

5. Impulsif dan Boros Kebiasaan Belanja

Layanan pesan antar makanan dan belanja impulsif sering dijadikan pelampiasan stres. Akibatnya, mereka kesulitan menabung untuk kebutuhan jangka panjang.

6. Terjebak Utang Kartu Kredit

Tingginya biaya hidup membuat Gen Z rentan terjerat utang kartu kredit. Kurangnya literasi keuangan semakin memperburuk stabilitas finansial mereka.

7. Absennya Dana Darurat

Stagnasi upah dan tingginya pengeluaran membuat mayoritas Gen Z tidak memiliki tabungan. Kondisi ini memicu rasa cemas yang berkepanjangan saat krisis datang.

Kesehatan Mental dan Pengelolaan Stres

8. Suka Menunda Pekerjaan (Procrastination)

Banyak Gen Z menunda tugas karena menunggu datangnya motivasi. Padahal, tindakan nyata itulah yang sebenarnya memicu rasa percaya diri dan produktivitas.

9. Melarikan Diri ke Pelampiasan Tak Sehat

Guna menghindari stres, sebagian anak muda beralih ke gim berlebihan hingga zat berbahaya. Bahkan, bekerja berlebihan di gimnasium juga bisa jadi bentuk pelarian yang tidak sehat.

10. Membiarkan Kecemasan Mengontrol Hidup

Lebih dari 60 persen Gen Z didiagnosis mengalami gangguan kecemasan. Tanpa mekanisme koping yang sehat, kecemasan ini dapat melumpuhkan aktivitas harian.

11. Hanya Bereaksi Tanpa Mengelola Stres

Saat stres melanda, Gen Z cenderung merespons secara reaktif seperti tidur berlebihan. Kebiasaan melarikan diri dari masalah justru membuat beban mental semakin berat.***

Eksplorasi konten lain dari Portal Pantura

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca