Portal pantura- Hari itu Tangan renta yang menggenggam erat stang becak. Napasnya terengah. Umurnya sudah 68 tahun. Tapi hari itu, untuk pertama kalinya dalam hidup,
Sodikin merasakan apa artinya didengar. Bukan janji, bukan sekadar kata tapi sebuah becak listrik, hadiah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Hari itu, Kamis, 17 Juli 2025, menjadi saksi sejarah kecil yang akan diingat besar. Di halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, 25 tukang becak lansia berdiri dengan mata berbinar.
Di hadapan mereka terdapat sederet 25 becak listrik berwarna merah menyala, siap mengantar harapan baru.
“Becak ini adalah komitmen pribadi dari Presiden. Bahkan sebelum beliau menjadi Presiden,” tegas Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Ya, inilah wajah Indonesia yang baru sebuah kekuatan yang lahir bukan dari kekuasaan, tapi dari kepedulian.
Bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), yang juga dibentuk oleh Prabowo, BP Taskin menyalurkan becak listrik kepada pengayuh becak berusia 60 tahun ke atas.
“Kami ingin mereka tetap bisa mencari nafkah, tapi tidak lagi harus menyiksa tubuh mereka yang renta,” lanjut Budiman.
Sebagai kota industri logam yang berjuluk “Jepangnya Indonesia”, Tegal digadang jadi produsen becak listrik nasional.
Sebuah peluang emas yang menggerakkan ekonomi rakyat mulai dari bengkel kecil, ke jalan-jalan kota, hingga mimpi anak-anak yang bisa kembali sekolah.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, tak mau melewatkan momentum ini. “Kita jangan cuma pakai. Kita harus bisa buat. Becak listrik ini bisa jadi kebanggaan Kota Tegal,” tegasnya.
Teguh Arief, Ketua YGSN, menambahkan program ini bukan sekadar pengadaan kendaraan, tapi pengembalian martabat manusia.
“Bayangkan, mereka biasanya cuma kuat dua jam. Sekarang, dengan becak listrik, bisa delapan jam. Penghasilan naik, tubuh tak tersiksa, dan hati tetap bangga karena mereka tetap bekerja,” ujarnya.
Distribusi becak listrik ini telah menjangkau Jawa Timur, Madura, dan kini Jawa Tengah. Sebanyak 100 unit becak listrik disalurkan untuk Tegal, Pemalang, Batang, dan Pekalongan.
Ini baru awal. Target nasional 70.000 becak listrik, Sebuah gerakan sosial dan mungkin lebih nyata dari sekadar program-program formal.
Sodikin, ayah enam anak, adalah salah satu penerima manfaat. Wajahnya penuh syukur. Tangannya bergetar menyentuh becak barunya.
Becak itu bukan sekadar alat. Ia adalah penghormatan. Ia adalah pesan dari negara bila tak ada warga yang terlalu tua untuk diperhatikan. Bahwa keringat di usia senja bukan untuk diabaikan tapi untuk dihargai.***
Tim Redaksi

