Adaptasi dengan Budaya Kuliner Indonesia
Seiring waktu, setelah menetap di Indonesia selama tujuh tahun, Jirayut mulai terbiasa dengan kebiasaan ini. Ia pun perlahan-lahan menikmati kerupuk sebagai bagian dari makanan sehari-hari.
“Sekarang udah biasa, udah ngerti,” ujarnya, mengisyaratkan bahwa adaptasi terhadap budaya kuliner Indonesia berlangsung secara alami.
Meski awalnya merasa aneh, kini Jirayut bahkan memiliki makanan favorit yang menurutnya paling cocok dinikmati dengan kerupuk.
“Kalau dulu enggak ah, enggak suka, aneh. Makan soto,” ungkapnya sambil menyebutkan soto sebagai salah satu makanan favoritnya yang sering ditemani kerupuk.
Tantangan dengan Rujak Cingur
Namun, meskipun sudah terbiasa dengan kerupuk, ada satu makanan khas Indonesia yang hingga kini belum bisa dinikmati oleh Jirayut, yaitu rujak cingur. Ia mengaku tidak mampu membayangkan menikmati makanan dengan cingur atau bagian hidung sapi.
“Enggak, enggak bisa ngebayangin hidungnya,” katanya jujur.
Menurutnya, ketidaksukaannya ini lebih kepada selera pribadi.
“Enggak tahu, enggak suka aja,” tambahnya.
Cinta pada Nasi Padang
Di sisi lain, Jirayut mengungkapkan kecintaannya pada hidangan khas Indonesia yang lain, yaitu nasi Padang. Salah satu menu favoritnya adalah ayam pop, yang ia sebut sebagai “ayam pucet.”
Tim Redaksi
