Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 juta untuk menekan angka stunting. Dana tersebut disalurkan melalui program penguatan Posyandu di desa setempat.
Sekretaris Desa Linggapura, Asep Supriyono, menyampaikan bahwa anggaran itu belum termasuk honorarium kader Posyandu. “Kami berharap dana ini digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung program penurunan stunting,” kata Asep saat Rembug Stunting dan pembentukan LKP Posyandu di Aula Balai Desa Linggapura, Selasa (16/9/2025).
Menurut Asep, Desa Linggapura memiliki 13 Posyandu aktif. Setiap Posyandu mendapatkan alokasi dana secara merata. “Anggaran ini dialokasikan untuk operasional dan program kegiatan Posyandu agar pelayanan kesehatan masyarakat lebih optimal,” jelasnya.
Fokus pada Pencegahan Stunting
Pemerintah Desa Linggapura menempatkan pencegahan stunting sebagai prioritas utama. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menekan prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024-2025. Posyandu dipandang sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam pemantauan gizi balita.
Dalam kesempatan itu, Asep juga meminta seluruh kader Posyandu lebih aktif melakukan edukasi gizi. “Kami ingin masyarakat lebih peduli pada kesehatan balita, mulai dari asupan gizi hingga pemantauan tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Dihadiri Pejabat Kecamatan
Acara Rembug Stunting dan pembentukan LKP Posyandu ini dihadiri Camat Tonjong Lukman Hakim, Kasi PMD Yekti Utaminingsih, serta Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Tonjong Nanang Syaefudin. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program kesehatan masyarakat.
Camat Tonjong Lukman Hakim mengapresiasi langkah Desa Linggapura yang proaktif menangani stunting. “Kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kader Posyandu sangat penting. Dengan kerjasama ini, kita berharap angka stunting bisa turun signifikan,” katanya.
Peran Strategis Posyandu
Posyandu memiliki peran penting dalam mendeteksi dini masalah gizi dan kesehatan. Melalui pelayanan rutin seperti penimbangan balita, imunisasi, dan penyuluhan, Posyandu membantu masyarakat menjaga kesehatan keluarga. Dengan dukungan anggaran yang memadai, diharapkan kualitas layanan Posyandu meningkat.
Harapan ke Depan
Dengan anggaran Rp60 juta, pemerintah desa optimistis bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik.
“Penanganan stunting bukan hanya soal dana, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk terlibat,” pungkas Asep.
Dengan komitmen ini, Desa Linggapura menunjukkan keseriusannya mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Langkah tersebut diharapkan berdampak nyata pada peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di wilayah Brebes selatan.***
Tim Redaksi
