IKLAN
News

Jalan Rusak Parah Hambat Aktivitas Warga Dua Desa di Brebes, Warga Minta Perbaikan Segera

Avatar photo
×

Jalan Rusak Parah Hambat Aktivitas Warga Dua Desa di Brebes, Warga Minta Perbaikan Segera

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan Banjarsari - Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes dalam kondisi rusak. Foto: Istimewa.
Kondisi jalan Banjarsari - Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes dalam kondisi rusak. Foto: Istimewa.

Portal Pantura, Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Banjarsari dan Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten , mengalami kerusakan berat. Jalan sepanjang satu kilometer itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Lubang-lubang besar dan permukaan yang licin, terutama saat hujan, menjadi penyebab kecelakaan yang kerap terjadi.

Kondisi jalan yang rusak ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama di sektor ekonomi. Jalur tersebut merupakan akses utama bagi warga kedua desa untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat kerja hingga mengangkut hasil pertanian.

IKLAN

Menurut Kepala Desa Banjarsari, Armas, rusaknya jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Ia menyatakan bahwa kerusakan ini semakin parah saat musim hujan tiba.

“Jalan ini sangat vital bagi mobilitas masyarakat. Tapi sekarang kondisinya sangat membahayakan. Banyak warga yang terpeleset dan jatuh, terutama saat jalan basah dan licin,” ujarnya saat ditemui di kantor desa, Senin 23 Juni 2026.

Armas menambahkan bahwa pihak desa sudah beberapa kali melaporkan kondisi jalan itu kepada pemerintah daerah. Mereka juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak kabupaten.

“Kami sudah sampaikan keluhan ini ke dinas terkait. Tapi sampai sekarang belum ada respons atau tindakan nyata. Padahal, kondisi jalan terus memburuk,” tegasnya.

Warga setempat juga menyuarakan kekhawatiran mereka. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kerusakan jalan membuat aktivitas sehari-hari menjadi terhambat. Ia juga khawatir akan keselamatan anak-anak yang melintasi jalan itu saat berangkat dan pulang sekolah.

“Kalau hujan, jalan jadi sangat licin. Banyak motor yang tergelincir. Kami khawatir akan ada korban lebih banyak kalau tidak segera diperbaiki,” tuturnya.

Dari pantauan di lapangan, kerusakan paling parah terlihat di beberapa titik yang berlubang besar dan tergenang air. Kondisi ini membuat kendaraan sulit melintas, terutama roda dua. Beberapa warga bahkan terpaksa memutar arah sejauh beberapa kilometer untuk mencari jalur alternatif yang lebih aman.

Jalan ini juga merupakan jalur penting untuk distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal. Rusaknya akses jalan berdampak pada biaya angkut dan waktu tempuh yang meningkat, sehingga merugikan petani dan pedagang kecil di kedua desa.

Masyarakat Banjarsari dan Cibentang kini berharap agar Pemerintah Kabupaten segera turun tangan. Mereka meminta agar perbaikan dilakukan secepatnya, sebelum jatuh korban lebih banyak.

“Kami tidak minta muluk-muluk. Cukup jalan ini diperbaiki agar aman dan layak dilalui. Ini demi keselamatan dan keberlangsungan ekonomi warga,” ujar warga lainnya.

Desakan dari masyarakat ini semakin kuat seiring meningkatnya risiko kecelakaan dan terhambatnya aktivitas ekonomi. Warga menilai bahwa jalan yang layak adalah hak dasar yang seharusnya dipenuhi oleh pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten . Warga pun masih menunggu janji perbaikan yang sudah lama disampaikan.

Kerusakan jalan di jalur penghubung antar desa ini mencerminkan pentingnya perhatian serius dari pihak berwenang terhadap infrastruktur dasar, terutama yang berdampak langsung pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P