IKLAN
News

Ketua Umum FKDT Usul Guru Madin Jadi Mitra Bhabinkamtibmas

Avatar photo
×

Ketua Umum FKDT Usul Guru Madin Jadi Mitra Bhabinkamtibmas

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT), Lukman Khakim, menyampaikan gagasannya untuk memberdayakan para ustadz dan ustadzah Madrasah Diniyah (Madin) sebagai mitra keamanan di tingkat desa. Ia mengusulkan agar para guru ngaji tersebut dilibatkan dalam tugas pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti halnya peran bhabinkamtibmas di lingkungan Polri.

Hal itu disampaikan Lukman dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-13 FKDT sekaligus Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Juli 2025.

IKLAN

Menurut Lukman, nasionalisme guru-guru madin tidak perlu diragukan. Mereka telah berperan aktif dalam membina generasi muda melalui pengajaran agama Islam yang moderat dan sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

“Saya mengusulkan kepada Bapak Kapolri agar para guru madin bisa diberdayakan sebagai bhabinkamtibmas. Mereka ada di setiap desa dan sudah terbukti menjaga kerukunan serta membina anak-anak dengan pemahaman Islam yang damai,” ujarnya di hadapan peserta Rapimnas.

Lukman menegaskan, sinergi antara aparat keamanan dan guru-guru madin dapat menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Ia menilai peran para pengajar Madrasah Diniyah selama ini belum banyak dimaksimalkan dalam hal sosial kemasyarakatan.

“Di sinilah pentingnya Rapimnas ini. Selain untuk silaturahmi, kami juga ingin Pak Kapolri tahu bahwa guru-guru madin memiliki potensi besar dalam menjaga kedamaian di akar rumput,” katanya, disambut tepuk tangan hadirin.

Tokoh Nasional Hadiri Rapimnas FKDT

Kegiatan Harlah ke-13 dan Rapimnas FKDT tahun ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Asrul Sani.

Kehadiran para tokoh tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa.

FKDT, sebagai wadah komunikasi antar pengelola dan pendidik madin di seluruh Indonesia, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan diniyah. Dalam Rapimnas ini, FKDT juga membahas program kerja tahun 2025 serta strategi memperkuat eksistensi madin di tengah tantangan zaman.

Lukman berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat melihat peran strategis guru madin secara lebih luas. Tidak hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga sosial kemasyarakatan, termasuk dalam mencegah paham radikalisme serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Madin Dinilai Strategis untuk Ketahanan Sosial

Pernyataan Lukman Khakim mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Banyak yang menilai bahwa pemberdayaan guru madin dalam peran sosial dan keamanan bisa menjadi solusi alternatif untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.

Selama ini, para ustadz dan ustadzah madin memiliki kedekatan emosional dengan warga setempat. Mereka tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga menjadi rujukan dalam berbagai persoalan sosial.

“Guru madin adalah aset bangsa. Mereka tersebar hingga ke pelosok desa. Jika didukung dan diberdayakan dengan baik, maka akan lahir sistem keamanan masyarakat yang lebih berbasis kultural dan religius,” ujar salah satu peserta Rapimnas.

Forum ini pun menjadi momentum penting bagi FKDT untuk menyampaikan aspirasi dan membangun sinergi dengan pemerintah pusat maupun lembaga negara lainnya.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P