Oleh karena itu, perbaikan bendungan menjadi prioritas utama yang diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.
Selain infrastruktur irigasi, warga juga menyoroti kondisi memprihatinkan ruang kelas di SD Negeri Negarayu 01 dan 02. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Seorang perwakilan warga yang hadir dalam Musrenbangdes menyampaikan kekhawatirannya.
“Kami ingin anak-anak kami belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Kondisi sekolah yang rusak menghambat proses pembelajaran dan mengancam keselamatan mereka,” ujarnya.
Meski keterbatasan anggaran sering menjadi kendala, warga berharap Pemerintah Kabupaten Brebes dapat memberikan perhatian lebih pada sektor pendidikan.
Rehabilitasi ruang kelas diharapkan dapat segera direalisasikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Musrenbangdes 2026 di Desa Negarayu mencerminkan aspirasi warga yang menginginkan perubahan nyata dalam pembangunan desa.
Perbaikan bendungan dan rehabilitasi sekolah menjadi dua prioritas utama yang diharapkan dapat segera terealisasi.
Masyarakat berharap usulan yang diajukan tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi mendapatkan tindak lanjut serius dari pemerintah daerah.
Dengan perbaikan infrastruktur yang memadai, warga optimistis ketahanan pangan dan kualitas pendidikan di Desa Negarayu dapat meningkat secara signifikan. ***
Tim Redaksi
