scroll / tutup
News

Salah Satu Sebaran Wilayah Kecamatan Margasari Tegal, Bappeda Litbang dan NLR Bentuk Forum Peduli Disabilitas

Cahyo Pewarta
×

Salah Satu Sebaran Wilayah Kecamatan Margasari Tegal, Bappeda Litbang dan NLR Bentuk Forum Peduli Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Tegal – Usut punya usut penderita di masih harus dengan penanganan khusus, apalagi masuk kategori predikat nomor 2 terbanyak di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Muhammad Faried Wajdy Kepala Bappeda Litbang kepada media usai gelaran (FPD) di ruang Gedung Dadali Pemkab Tegal menerangkan dengan gamblang terkait kasus .

Dijelaskan, (FPD) di bentuk dengan tujuan yakni, Melindungi, Menghormati, Memajukan dan memenuhi Hak-Hak Penyandang utamanya di .

Kemudian untuk tugas dari (FPD) diantaranya, Menyusun rencana sesuai dengan bidangnya seperti memfasilitasi perencanan dan pelaksanan FPD pada unit kerja terkait.

Selain itu FPD menyusun Program Kerja diantaranya, membuat mekanisme kerja FPD dan melaksanakan sosialisasi advokasi koordinasi dengan unit kerja terkait.

Lebih lanjut untuk lebih fokus penanganan penderita , Bappeda Litbang mengandeng NLR (Netherlands Leprosy Relief) yaitu organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda bertujuan untuk menanggulangi dan konsekwensinya di seluruh dunia

Faried menjelaskan Desa inklusif menjadi salah satu program bersama NLR dan hal itu dibutuhkan untuk terus dikembangkan karena Desa inklusi memiliki peran penting.

Muhammad Faried Wajdy Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) pada Selasa 27 Mei 2024 juga menegaskan di beberapa wilayah perlu penanganan khusus terkait diantaranya diwilayah Kecamatan .

Desa inklusif merupakan suatu kondisi kehidupan Desa setiap warganya bersedia secara sukarela membuka ruang kehidupan dan penghidupan warga Desa yang diatur dan diurus secara terbuka dan ramah serta meniadakan hambatan agar berpartisipasi secara setara, saling menghargai serta merangkul tiap perbedaan.

“Jadi Bappeda Litbang akan mendorong dan mewujudkan Desa Inklusi di termasuk memberikan ruang bagi lebih berperan dan sekaligus menekan jumlah penderita ” tegasnya.

Sedangkan pihak NLR Heleen Broekkamp Senior Programme Officer NLR Belanda menyampaikan bahwa Desa Inklusi adalah kelompok marjinal dan pelayanan terhadap kelompok Masyarakat marjinal menjadi tanggung jawab bersama hingga ke sektor paling bawah, sehingga kesejahteraan sosial lebih mudah diwujudkan bersama.***

 

Baca berita terbaru dan konten menarik dari Portal Pantura di Aplikasi Google News Klik disini


konten berikut berasal dari advertiser. Redaksi Portal Pantura tidak terkait dengan pembuatanya

Don`t copy text!