Portal Pantura – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan tarif listrik non-subsidi tetap stabil untuk Triwulan I 2025.
Tarif ini berlaku mulai Februari 2025.
Keputusan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024
Meskipun parameter makro seperti kurs, harga minyak (ICP), inflasi, dan HBA batubara berpotensi mendorong kenaikan.
Penetapan tarif mengacu pada realisasi parameter ekonomi Agustus-Oktober 2024.
ESDM menyatakan, akumulasi kenaikan parameter seharusnya berdampak pada penyesuaian tarif.
Namun, pemerintah memutuskan untuk membekukan tarif hingga Triwulan I 2025, menyamakan tarif periode Triwulan IV 2024.
Rincian Tarif Non-Subsidi per Golongan (per kWh):
– Golongan R-1 (900 VA): Rp1.352
– Golongan R-1 (1.300 VA & 2.200 VA): Rp1.444,70
– Golongan R-2 (3.500-5.500 VA) & R-3 (≥6.600 VA): Rp1.699,53
– Golongan B-2 (6.600 VA-200 kVA): Rp1.444,70
– Golongan B-3 & I-3 (≥200 kVA): Rp1.114,74
– Golongan I-4 (≥30.000 kVA): Rp996,74
– Golongan P-1 (6.600 VA-200 kVA): Rp1.699,53
– Golongan P-2 (≥200 kVA): Rp1.522,88
– Penerangan Jalan Umum (P-3): Rp1.699,53
– Golongan L: Rp1.644,52
Tarif Subsidi Tak Berubah:
– 450 VA: Rp415/kWh
– 900 VA (subsidi): Rp605/kWh
– 900 VA (RTM): Rp1.352/kWh
– 1.300-2.200 VA: Rp1.444,70/kWh
– ≥3.500 VA: Rp1.699,53/kWh
Diskon 50 Persen
Pelanggan Pascabayar: Diskon 50% diberikan pada tagihan Januari (dibayar Februari) dan Februari (dibayar Maret).
Pelanggan Prabayar: Diskon langsung diterima saat beli token Januari-Februari.
Pelanggan cukup bayar setengah harga untuk jumlah kWh sama.
Kebijakan ini diharapkan meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global.***
Tim Redaksi
