UPDATE
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Viral Ulah Sekdes, Kepala Dispermades: Sebuah Potret Retaknya Kepercayaan Desa Ujungrusi Tegal

Avatar photo
×

Viral Ulah Sekdes, Kepala Dispermades: Sebuah Potret Retaknya Kepercayaan Desa Ujungrusi Tegal

Sebarkan artikel ini

Portalpantura.com, – Kala udara Desa Ujungrusi Kabupaten sejuk tiba tiba seolah ikut menegang.

Suara langkah warga yang tergesa, bisik-bisik penasaran serta teriakan emosi. menyatu dalam peristiwa mengundang keprihatinan.

Peristiwa yang begitu membuat Viral penggerebekan terhadap oknum yang sejatinya menjadi panutan, sekertaris desa diduga melakukan tindakan tidak pantas.

iklan

Ia tertangkap basah warga tapi bukan karena kasus korupsi, melainkan karena persoalan moral yaitu perselingkuhan.

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan program pemberdayaan desa yang sedang digelorakan pemerintah, kasus Oknum Sekdes ini seperti menyayat luka di tubuh birokrasi desa.

Sehingga tidaklah heran, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau Dispermades Kabupaten ,  Teguh Mulyadi, angkat bicara dengan nada kecewa.

“Saya sudah berulang kali mengingatkan mereka agar tidak macam-macam,” ujar Teguh, saat ditemui di sela pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Sangkanjaya.

Di matanya, tatanan nilai masyarakat sangat menjunjung tinggi etika, sehingga wajar pada Selasa 6 Mei 2025 ia bernada tegas.

“Kalau mereka bermain perempuan, Ya pasti jatuh, apalagi ini, pasti masyarakat tak akan lagi mentoleransi pelanggaran moral dari pemimpinnya, sekecil apa pun.”tegas Teguh

Ucapan Teguh ini bukan hanya sekadar peringatan semata, tetapi ia mendesak Kepala Desa Ujungrusi untuk segera menerapkan sanksi sesuai Peraturan Bupati, pemberhentian sementara terhadap oknum tersebut.

Sebuah langkah tak bisa ditawar jika kepercayaan warga ingin dipulihkan dan pemerintah desa diangap tegas oleh masyarakat.

Penunjukan Pelaksana Harian (Plh) atau Pelaksana Tugas (Plt) menjadi satu solusi sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian yang tengah berlangsung.

Kasus ini bukan hanya tentang satu orang yang tergelincir. Ia adalah cermin rapuhnya benteng integritas jika tak lagi dijaga dengan baik.

Desa Ujungrusi seperti desa-desa lainnya, berjuang di tengah derasnya arus modernitas dan godaan kekuasaan.

Ketika aparatur desa yang seharusnya menjadi teladan justru mengecewakan warga, maka yang terancam bukan lagi hanya nama baik, tapi juga harapan.

Barangkali inilah saatnya kita kembali bertanya: apa makna menjadi pemimpin di desa? Apakah cukup hanya dengan jabatan dan seragam? Ataukah, lebih dari itu, harus ada keteladanan dalam tindakan kesetiaan terhadap nilai.yang dijunjung masyarakat?

Karena seperti diutarakan oleh Teguh Nulyadi Kepala Dispermades Kabupaten , masyarakat Kabupaten bisa memaafkan banyak hal, tapi tidak untuk bermain dengan harga diri dan juga soal kepercayaan mereka***

 

Tim Redaksi

Cahyo
Reporter Cahyo
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Cahyo

Terbaru dari Cahyo