scroll / tutup
Ragam

CERPEN: Mie Instan Rasa Cinta

Netizen
×

CERPEN: Mie Instan Rasa Cinta

Sebarkan artikel ini

Karya: Kusuma Yanuwar Dani

Ilustrasi Mie. (Foto: Pexels)
Ilustrasi Mie. (Foto: Pexels)

Karena lapar, malam itu Dani terbangun. Ia memutuskan untuk mencari makan di depan kos. Biasanya di depan kos banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya. Tapi, entah mengapa malam ini berbeda, tak ada satupun pedagang kaki lima yang berjualan di depan kos. Ia melihat pada jam di dinding, di sana waktu menunjukan pukul 01:40 dini hari.

“Hmmm, pantas saja.” ucap Dani lirih.

Kali ini ia bangun lebih lama dari biasanya dan tidak kebagian jatah diskon abang-abang penjual makanan. Biasanya saat hampir tutup, abang-abang tersebut akan memberikan diskon berupa makan kerupuk sepuasnya atau minum teh gratis.

Dia kemudian berjalan masuk ke kamarnya mengambil dua bungkus mie goreng instan kesukaannya lalu berjalan melalui lorong koridor kos dan menuju dapur. Di sana ia menghidupkan lampu dan dia terkejut ketika melihat sosok perempuan yang mengenakan pakaian serba putih seperti hantu.

“Aaaaaaaaaaa!!!” teriaknya.

Tangannya lemas, dua bungkus mie instan yang dia pegang pun sampai terlepas dari genggaman tangannya.

“Hantu!!!” teriaknya lagi.

Sosok itupun membalikan badannya.

“Eh, aku bukan hantu lho.” kata perempuan itu.

Perempuan itu mendekati Dani, lalu mengambil dua bungkus mie instan yang berjatuhan dan memberikannya pada Dani.

Dia kemudian mengajukan tangannya seraya berkata…

“Namaku Rindu. Aku anak baru di kosan ini, salam kenal.” kata Rindu dengan tersenyum.

“Namaku Dani. Salam kenal juga.” kata Dani sembari menyambut tangan Rindu dengan sedikit tersenyum.

Setidaknya sekitar 30 detik lamanya mereka berjabat tangan dan tak kunjung lepas. Dani terpesona pada pandangan pertama melihat Rindu. Rupanya yang dia lihat bukanlah hantu, melainkan bidadari yang turun ke dapur kos-kosan.

“Eh, maaf.” ucap Dani sambil melepas jabatan tangannya.

“Hehe… gak apa-apa kok, A.” kata Rindu.

“Kamu lapar ya?” tanya Dani.

“Iya A, hehe… tapi gak tau mau makan apa, tadi juga gak sempat beli mie instan. Maklumlah, baru aja jadi anak kosan, jadi belum tau beradaptasi.” jawab Rindu.

Dani menatap dua bungkus mie instan itu, iapun mulai berfikir. Biasanya dia akan menyantap dua hingga tiga bungkus mie itu sendirian, sekaligus. Meskipun tubuhnya kurus, akan tetapi dia orang yang sedikit rakus.

Setelah suasana hening sejenak ketika Dani tengah mempertimbangkan, akhirnya ia memutuskan untuk membaginya dengan Rindu.

“Ya udah, makan mie ini aja bareng aku.” kata Dani.

“Tapi kan… itu punya A Dani.” kata Rindu.

“Akh… tidak apa-apa kok.” kata Dani dengan tersenyum palsu.

Dani memasak mie tersebut, sementara Rindu duduk di meja makan.

“Nah… mienya sudah jadi, silahkan.” ucap Dani.

“Terima kasih.” jawab Rindu.

Merekapun menyantap mie yang masih mengepul itu. Sesekali Rindu melirik ke Dani dan tanpa sadar Dani pun melakukan hal yang sama.

◇◇◇

Keesokan harinya…

Rindu berkunjung ke rumah ibu kos untuk membayar uang bulanan pertamanya. Mereka banyak berbincang-bincang, termasuk tentang sifat-sifat penghuni kos.

“Dan… yang namanya Dani itu, meski badannya kurus, tapi dia sedikit rakus. Dia bisa menghabiskan tiga bungkus mie instan sekaligus.” ucap bu kos.

Akhirnya Rindu tahu bahwa Dani sebenarnya adalah orang yang sedikit rakus. Ia jadi terharu karena Dani rela membagi makanan padanya.

Dan ketika sepulang dari rumah ibu kos, Rindu menyempatkan diri mampir ke kamar Dani dengan membawa semangkuk mie goreng instan favorit Dani. Rindu mengetuk pintu Dani dan Dani pun membukanya. Terlihat wajah lesu Dani dengan mata yang setengah menutup. Karena kelaparan, malam tadi Dani tak bisa tertidur lelap. Imbasnya, sampai se-siang ini ia baru bangun. Mata Dani langsung terbuka lebar saat melihat semangkuk mie instan mengepul yang di bawa Rindu.

“Sampai segitunya, pasti dia tidak bisa tidur tadi malam sampai bangun saja se-siang ini.” ucap Rindu dalam hati.

“Ini buat A Dani.” kata Rindu sambil menyodorkan semangkuk mie instan tersebut.

“Makasih.” Dani menerimanya dengan senang hati.

Dani langsung menyantapnya.

“Itu mie instan rasa cinta A.” kata Rindu sambil tersipu malu.

Dani justru kaget dan tersedak mendengar kata Rindu.

“Aduh, maaf A. Ini minum dulu.” kata Rindu sambil memberikan segelas air putih yang ia ambil di ranselnya.

Dani segera meminumnya.

Lalu…

“Maksud kamu apa?” tanya Dani.

“Aku sudah dengar tentang A Dani dari ibu kos tadi. Dan ternyata mas Dani ini orangnya sedikit rakus ya? Aku jadi terharu sebab A Dani mau membagikan makanan pada ku, padahal A Dani sendiri juga butuh. Baru kali ini aku menemukan orang seperti kamu A, yang mengesampingkan diri sendiri dan rela berkorban demi orang lain. Dan sepertinya aku suka sama kamu. Maaf kalau lancang, aku hanya mengungkapkan perasaanku saja.” kata Rindu.

Dani sempat bengong sesaat dibuatnya.

“Akh Rindu ini… mana bisa aku melihat bidadari tersiksa kelaparan. Aku juga sebenarnya baru kali ini menemukan perempuan yang mau duduk dan makan bersamaku. Semua orang terutama perempuan akan jijik bila di dekatku karena aku yang jelek ini. Dan sebenarnya aku juga suka sama kamu. Pada pandangan pertama, aku langsung jatuh cinta.” kata Dani.

“Meski begitu, aku mau kok A terima kekurangan kamu.” kata Rindu.

“Jadi… kita jadian nih?” tanya Dani.

“Iya.” jawab Rindu tersenyum.

Sejak hari itu mereka jadian. Banyak teman Dani yang iri karena Dani mempunyai pacar yang cantik.***

Baca berita terbaru dan konten menarik dari Portal Pantura di Aplikasi Google News Klik disini


konten berikut berasal dari advertiser. Redaksi Portal Pantura tidak terkait dengan pembuatanya

Don`t copy text!