Portal Pantura, Jakarta – Harga kopi di pasar domestik maupun bursa berjangka internasional mengalami penurunan signifikan pada Jumat, 10 Juli 2026. Koreksi tajam ini terjadi setelah komoditas tersebut sempat mencatatkan lonjakan harga yang cukup tinggi di awal pekan.
Penurunan ini memicu perhatian pelaku pasar mengenai faktor penyebab fluktuasi harga yang mendadak. Berdasarkan data perdagangan terbaru, rata-rata harga kopi domestik kini berada di kisaran 91.800 hingga 92.300 VND/kg, turun sebesar 2.500 VND/kg dibandingkan sesi sebelumnya.
Rincian Harga Kopi Domestik per Wilayah
Penurunan harga terjadi secara merata di berbagai sentra penghasil kopi di Dataran Tinggi Tengah. Sebelumnya, harga sempat bertahan kuat di angka 94.300 hingga 94.800 VND/kg pada pagi hari sebelum koreksi terjadi.
Berikut rincian harga kopi per kilogram (VND) pada 10 Juli 2026:
Gia Lai: 92.300
Dak Nong: 92.300
Dak Lak: 92.200
Lam Dong: 91.800
Sebagai perbandingan, pada 9 Juli 2026, wilayah Dak Nong dan Gia Lai sempat memimpin di harga 94.800 VND/kg, sementara Lam Dong berada di level 94.300 VND/kg.
Lesunya Pasar Internasional
Kondisi pasar domestik sejalan dengan pelemahan indeks harga kopi Robusta dan Arabika di bursa internasional. Penutupan perdagangan di London dan New York kompak berada di zona merah.
Di bursa London, kontrak berjangka kopi Robusta untuk Juli 2026 merosot tajam sebesar 303 USD/ton (7,46 persen) ke level 3.761 USD/ton. Sementara itu, di bursa New York, kontrak Arabika Juli 2026 ditutup pada 324,25 sen AS/pon, melemah 2,22 persen.
Daftar Kontrak Berjangka Robusta (London)
Kontrak Juli 2026: 3.761 USD/ton (turun 303 USD/ton)
Kontrak September 2026: 3.741 USD/ton (turun 131 USD/ton)
Kontrak November 2026: 3.712 USD/ton (turun 127 USD/ton)
Mengapa Harga Kopi Anjlok?
Fluktuasi yang terjadi pekan ini dinilai sangat dinamis. Setelah sempat mencatatkan kenaikan fantastis hingga 19 persen pada dua hari pertama Juli 2026, keuntungan tersebut terkikis drastis dalam dua sesi perdagangan berikutnya.
Faktor pasokan global disinyalir menjadi pemicu utama. Lembaga Caferon memproyeksikan panen di Rondonia, Brasil, akan mencapai 3 juta karung kopi Robusta, melampaui taksiran awal Conab sebesar 2,77 juta karung. Peningkatan volume panen ini mencapai hampir 30 persen dibanding musim sebelumnya.
Pasar saat ini masih mencari titik keseimbangan baru. Pedagang terus memantau stabilitas harga global untuk menentukan langkah penjualan selanjutnya. Di sisi lain, komoditas perkebunan seperti lada justru mencatatkan tren positif dengan kenaikan harga antara 3.000 hingga 5.000 VND/kg.
Catatan: Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan atau otoritas pasar terkait sebelum mengambil keputusan perdagangan. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu.***

