Portal Pantura – Pasar tradisional kembali dikejutkan dengan pergerakan harga sejumlah komoditas pangan penting yang serentak merangkak naik. Lonjakan harga ini langsung dirasakan oleh para pemburu kebutuhan dapur sehari-hari sejak pagi hari.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, komoditas cabai menjadi sorotan utama karena lonjakannya yang cukup signifikan. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran tersendiri bagi para ibu rumah tangga maupun pedagang kecil.
Lonjakan Drastis pada Aneka Jenis Cabai
Cabai rawit merah tercatat menembus angka fantastis hingga mencapai kisaran seratus lima ribu rupiah per kilogramnya. Kenaikan harga cabai ini dinilai cukup memberatkan anggaran belanja masyarakat kelas bawah.
“Kenaikan harga cabai kali ini benar-benar terasa berat bagi modal usaha kecil kami di warung,” ujar salah satu pedagang di pasar tradisional.
Tidak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya turut mencatatkan rekor kenaikan harga yang cukup tinggi. Harga rata-rata cabai merah besar bahkan melonjak hingga belasan persen dari harga sebelumnya.
Sementara itu, harga cabai merah keriting dan cabai rawit hijau juga ikut terkerek naik secara signifikan. Lonjakan ini dipicu oleh berbagai faktor musiman yang kerap mengganggu distribusi dari petani.
Pergerakan Harga Beras Berbagai Kualitas
Selain cabai, komoditas beras dari berbagai kategori kualitas juga tidak luput dari tren kenaikan harga. Beras kualitas medium hingga super terpantau mengalami penyesuaian harga di tingkat pedagang eceran.
Beras kualitas medium I dan II sama-sama mengalami sedikit kenaikan harga pada perdagangan hari ini. Hal serupa juga terjadi pada kategori beras kualitas super yang menjadi buruan masyarakat menengah.
“Meskipun naik seratus atau dua ratus rupiah perak, kalau dibeli setiap hari tetap terasa bebannya,” kata seorang pembeli di pasar.
Bahkan, beras kualitas bawah I dan II turut mencatatkan kenaikan tipis namun tetap berdampak pada konsumen. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk meredam gejolak harga beras ini.
Stabilitas Komoditas Bawang dan Daging
Di tengah gelombang kenaikan, harga bawang merah ukuran sedang terpantau masih stabil tanpa ada perubahan berarti. Sebaliknya, harga bawang putih ukuran sedang justru merangkak naik tipis sekian persen.
Beralih ke sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas I dan II kompak mengalami kenaikan harga. Lonjakan harga daging sapi ini biasanya dipicu oleh tingginya permintaan menjelang akhir pekan.
“Biasanya kalau daging sapi naik, minat beli masyarakat agak sedikit mengerem demi mencukupi kebutuhan lain,” ucap pedagang daging sapi.
Kendati demikian, tren berbeda justru terjadi pada daging ayam ras segar yang terpantau mengalami penurunan harga. Harga telur ayam ras segar juga ikut melemah tipis di pasaran hari ini.
Catatan Harga Minyak Goreng dan Gula
Untuk komoditas minyak goreng, jenis curah tercatat masih bertahan stabil di angka dua puluh ribu rupiah lebih. Namun, minyak goreng kemasan bermerek I dan II justru terpantau mengalami kenaikan harga eceran.
Kenaikan harga juga menyentuh komoditas gula pasir baik kualitas premium maupun jenis lokal di pasaran. Para pedagang berharap stabilitas harga pangan dapat segera pulih demi kenyamanan bersama.***

