Portal Pantura – Harga emas Antam pada Rabu (22/4/2026) turun Rp 50.000 menjadi Rp 2.830.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 2.880.000 per gram. Penurunan serupa terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali, yang juga melemah Rp 50.000 menjadi Rp 2.640.000 per gram.
Koreksi ini kian memperlebar jarak emas Antam dari rekor tertingginya. Pada 29 Januari 2026, harga emas Antam sempat menyentuh Rp 3.168.000 per gram — level tertinggi sepanjang sejarah pencatatannya. Artinya, dalam kurun hampir tiga bulan, harga telah terkoreksi sekitar Rp 338.000 per gram atau sekitar 10,7 persen dari puncaknya.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (22 April 2026)
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, berikut harga emas batangan Antam pagi ini:
| Berat | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp 1.465.000 |
| 1 gram | Rp 2.830.000 |
| 2 gram | Rp 5.600.000 |
| 3 gram | Rp 8.375.000 |
| 5 gram | Rp 13.925.000 |
| 10 gram | Rp 27.795.000 |
| 25 gram | Rp 69.362.000 |
| 50 gram | Rp 138.645.000 |
| 100 gram | Rp 277.212.000 |
| 250 gram | Rp 692.765.000 |
| 500 gram | Rp 1.385.320.000 |
| 1.000 gram | Rp 2.770.600.000 |
Harga Buyback Emas Antam Hari Ini
Bagi yang berencana menjual kembali emas Antam, harga buyback hari ini tercatat Rp 2.640.000 per gram, turun Rp 50.000 dari hari sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp 190.000 per gram — selisih yang perlu diperhitungkan dalam strategi investasi jangka pendek.
Perhatikan Ketentuan Pajak Sebelum Bertransaksi
Transaksi emas Antam tidak terlepas dari kewajiban perpajakan. Setiap pembelian emas dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dengan tarif berbeda berdasarkan status NPWP:
- Pemegang NPWP: 0,45%
- Non-NPWP: 0,9%
Sementara untuk penjualan kembali (buyback) dengan nilai transaksi di atas Rp 10.000.000, berlaku ketentuan:
- Pemegang NPWP: 1,5%
- Non-NPWP: 3%
Pajak dipotong langsung dari nilai total transaksi, dan setiap pembelian akan disertai bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi.
Poin Penting untuk Investor
Tren koreksi harga emas belakangan ini memberi gambaran penting bagi investor. Mereka yang membeli di atas Rp 3 juta per gram pada awal tahun kini mencatat kerugian sementara secara nominal. Sebaliknya, bagi calon pembeli baru, level harga saat ini bisa menjadi entry point yang lebih terjangkau dibanding puncak Januari lalu.
Namun demikian, keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan tujuan keuangan jangka panjang, bukan sekadar pergerakan harga harian.***

