UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Harga Emas Mulai Rebound: Antam Kembali Sentuh Level Rp3 Juta per Gram

×

Harga Emas Mulai Rebound: Antam Kembali Sentuh Level Rp3 Juta per Gram

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Michael Steinberg/pexels)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Michael Steinberg/pexels)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Pasar domestik memperlihatkan tanda-tanda pemulihan pada Minggu (19/4/2026) pagi, setelah beberapa pekan mengalami tekanan akibat melemahnya sentimen geopolitik. Data dari Pegadaian dan menunjukkan bahwa tiga merek terkemuka—, , dan UBS—sama-sama mencatat pergerakan positif dalam sesi trading terbaru.

Momentum ini menjadi titik balik penting setelah harga emas Indonesia turun signifikan pada bulan Maret lalu. Kini, dengan beberapa pembeli mulai kembali aktif di pasar, pertanyaan bermunculan: apakah ini awal dari rally harga emas yang lebih berkelanjutan, ataukah hanya pemulihan sementara?

Pelacakan Pergerakan: Dari Rp3 Juta Jatuh ke Rp2,7 Juta, Kini Naik Lagi

Untuk memahami konteks saat ini, penting melihat perjalanan harga dalam kuartal pertama 2026. Hingga akhir tahun 2025, harga emas bergerak stabil di kisaran Rp2,2 juta hingga Rp2,5 juta per gram. Situasi berubah drastis pada Januari ketika sentimen pasar global memanas akibat ketegangan geopolitik.

iklan

Dalam waktu singkat, harga emas meloncat mendekati Rp3 juta per gram—pencapaian yang mencerminkan meningkatnya permintaan investor untuk aset “safe haven.” Namun puncak itu tidak bertahan lama. Memasuki Maret, ketika perkembangan geopolitik mulai mereda, harga emas mengalami koreksi tajam, turun ke kisaran Rp2,7 juta hingga Rp2,85 juta per gram.

Kini, pada minggu ketiga April, data menunjukkan sinyal pemulihan kembali muncul.

Snapshot Harga Emas per 19 April 2026

Emas

Harga emas mengalami apresiasi harian sebesar Rp13.000 per gram menjadi Rp2.886.000 per gram untuk satuan 1 gram. Berikut rincian lengkap untuk berbagai denominasi:

  • 0,5 gram: Rp1.513.000
  • 1 gram: Rp2.886.000
  • 10 gram: Rp28.225.000
  • 25 gram: Rp70.182.000
  • 50 gram: Rp140.252.000
  • 100 gram: Rp280.367.000

Emas

Mencatatkan pencapaian tertinggi di antara ketiga merek, kembali melampaui threshold Rp3 juta per gram. Posisi ini penting secara psikologis bagi pasar, karena sering dianggap sebagai level keseimbangan fundamental. Harga untuk denominasi utama:

  • 0,5 gram: Rp1.552.000
  • 1 gram: Rp3.000.000
  • 10 gram: Rp29.469.000
  • 25 gram: Rp73.541.000
  • 50 gram: Rp146.999.000
  • 100 gram: Rp293.917.000

Emas UBS

UBS mengalami penyesuaian minor dengan penurunan Rp22.000 per gram menjadi Rp2.924.000 per gram (untuk satuan 1 gram), namun tetap berada dalam zona pemulihan jangka menengah:

  • 0,5 gram: Rp1.581.000
  • 1 gram: Rp2.924.000
  • 10 gram: Rp28.527.000
  • 25 gram: Rp71.180.000
  • 50 gram: Rp142.065.000
  • 100 gram: Rp284.020.000

Apa yang Mendorong Fluktuasi Harga Emas?

Menurut Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, dosen dan pengamat ekonomi dari Universitas Islam Nusantara, volatilitas harga emas dipengaruhi oleh tiga faktor utama: nilai tukar rupiah terhadap dolar, dinamika permintaan pasar domestik, dan sentimen geopolitik global.

Koreksi harga pada Maret-April terjadi seiring melemahnya ketegangan internasional, terutama setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran diumumkan. Ketika risiko geopolitik berkurang, investor cenderung menjual aset defensif seperti emas dan beralih ke instrumen dengan potensi return lebih tinggi.

“Namun demikian, gencatan senjata saat ini belum tentu permanen. Selama ketidakpastian global masih ada, emas tetap menjadi pilihan investor untuk melindungi nilai aset mereka,” ungkap Rizaldy.

Proyeksi Ke Depan: Apakah Emas Akan Terus Melonjak?

Dalam jangka pendek, Rizaldy memperkirakan harga emas akan terus berfluktuasi mengikuti perkembangan berita global dan data ekonomi makro. Namun dalam perspektif jangka menengah, ada dua skenario yang perlu dipertimbangkan:

Skenario 1 – Penguatan Berkelanjutan: Jika ketidakpastian geopolitik meningkat kembali atau ekspektasi inflasi tetap tinggi, harga emas berpeluang untuk kembali menguji level Rp3 juta atau lebih tinggi. Inflasi global dan kebijakan suku bunga tetap menjadi pendorong utama.

Skenario 2 – Tekanan Lanjutan: Sebaliknya, jika perdamaian geopolitik terwujud dan bank sentral mulai menurunkan suku bunga lebih cepat, emas akan menghadapi tekanan penurunan lebih lanjut, meskipun biasanya tidak sebesar lonjakan sebelumnya.

Rekomendasi untuk Investor

Bagi investor yang mempertimbangkan untuk membeli atau menjual emas, beberapa hal perlu diperhatikan:

  1. Monitor Berita Geopolitik: Perkembangan internasional masih menjadi trigger utama pergerakan harga
  2. Perhatikan Kurs Dollar: Rupiah yang melemah cenderung mendorong harga emas naik
  3. Diversifikasi Portofolio: Emas tetap relevan sebagai alokasi defensif, tetapi jangan abaikan instrumen lain
  4. Disiplin Transaksi: Hindari keputusan emosional; tetapkan target beli dan jual sebelumnya

Pemulihan harga emas pada 19 April 2026 ini menandai berakhirnya fase downtrend yang berlangsung sejak Maret. Meskipun pergerakan masih fluktuatif, sinyal positif mulai terlihat, terutama dengan pencapaian kembali di level Rp3 juta. Investor sebaiknya tetap waspada terhadap perkembangan global sambil mempertimbangkan emas sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang yang seimbang.***

Setyo

Terbaru dari Setyo