Portal Pantura – Lonjakan harga komoditas pangan utama memicu kekhawatiran masyarakat akibat kenaikan pada beras, cabai keriting, hingga bawang merah di pasar tradisional.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Selasa, 27 Oktober 2016 pukul 09.22 WIB, mayoritas bahan pokok kompak mengalami tren naik.
Harga Beras Semua Kualitas Kompak Naik
Seluruh varian beras mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Beras kualitas bawah I tercatat melonjak 9,03 persen menjadi Rp16.300 per kilogram.
Sementara itu, lonjakan paling tajam terjadi pada beras kualitas bawah II yang melonjak 30,95 persen hingga menyentuh Rp19.250 per kilogram.
Untuk kelompok medium, harga beras kualitas medium I naik 10,51 persen menjadi Rp18.400 per kilogram.
Adapun beras kualitas medium II menyusul naik 17,68 persen dan diperdagangkan pada harga Rp19.300 per kilogram.
Beras kelas atas juga tidak luput dari tren kenaikan di seluruh pasar tradisional.
Beras kualitas super I naik 8,36 persen menjadi Rp19.450 per kilogram, sedangkan super II terkerek 7,47 persen menjadi Rp18.700 per kilogram.
Cabai Keriting Tembus Rp100 Ribu per Kilogram
Pergerakan harga pada komoditas cabai menunjukkan tren yang bervariasi namun cenderung melambung tinggi.
Harga cabai merah keriting melonjak tajam 13,96 persen hingga menembus harga Rp100.400 per kilogram.
Kenaikan serupa terjadi pada cabai rawit merah yang melambung 5,83 persen menjadi Rp111.600 per kilogram.
Sebaliknya, penurunan tipis terjadi pada cabai rawit hijau yang turun 0,87 persen menjadi Rp79.400 per kilogram.
Cabai merah besar juga mengalami penurunan sebesar 2,38 persen menjadi Rp73.900 per kilogram.
Bawang dan Daging Sapi Ikut Melonjak
Komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan putih mencatatkan kenaikan belasan persen.
Harga bawang merah ukuran sedang melonjak 17,72 persen menjadi Rp43.850 per kilogram.
Bawang putih ukuran sedang juga naik 12,39 persen sehingga harganya mencapai Rp43.550 per kilogram.
Sektor protein hewani turut mengalami lonjakan harga yang cukup memberatkan konsumen.
Daging sapi kualitas I melambung 7,96 persen menjadi Rp164.800 per kilogram, diikuti kualitas II yang naik 8,08 persen menjadi Rp155.200 per kilogram.
Daging ayam ras segar merambat naik 2,71 persen menjadi Rp41.700 per kilogram.
Namun, telur ayam ras segar menjadi salah satu dari sedikit komoditas yang turun 1,18 persen menjadi Rp29.350 per kilogram.
Minyak Goreng Naik, Harga Gula Variatif
Pergerakan harga minyak goreng di pasar tradisional seluruhnya terpantau merangkak naik.
Minyak goreng curah naik 1,87 persen menjadi Rp20.700 per kilogram.
Untuk minyak goreng kemasan bermerek I naik 3,89 persen menjadi Rp25.400 per kilogram, sedangkan bermerek II naik 2,11 persen menjadi Rp24.150 per kilogram.
Pada komoditas gula pasir, varian premium bertahan stabil di angka Rp20.600 per kilogram.
Sementara gula pasir lokal mencatatkan penurunan harga sebesar 1,18 persen menjadi Rp29.350 per kilogram.***
Catatan Redaksi
■ Harga bersifat dinamas dan dapat berubah sewaktu-waktu.

