UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Window Dressing: Strategi Manajer Investasi Dongkrak Kinerja Portofolio di Akhir Tahun

×

Window Dressing: Strategi Manajer Investasi Dongkrak Kinerja Portofolio di Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi trading. Foto: Hanna Pad/pexels.
Ilustrasi trading. Foto: Hanna Pad/pexels.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Pasar saham menjelang akhir tahun kerap menunjukkan pola pergerakan unik. Saham-saham yang sebelumnya lesu tiba-tiba mengalami kenaikan signifikan. Investor asing yang sepanjang tahun menjual justru kembali membeli. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan strategi window dressing yang dilakukan manajer investasi.

Apa Itu Window Dressing?

Window dressing adalah praktik manajer investasi atau fund manager untuk mempercantik laporan kinerja portofolio menjelang akhir tahun. Caranya dengan membeli saham-saham yang sudah mereka pegang dalam jumlah besar.

Pembelian masif ini menciptakan permintaan tinggi. Ketika permintaan melebihi penawaran, harga saham naik. Portofolio pun terlihat lebih menguntungkan di laporan tahunan.

iklan

Praktik ini legal dan umum dilakukan, baik di Indonesia maupun Amerika Serikat. Tujuannya sederhana: menarik lebih banyak investor dengan menunjukkan kinerja portofolio yang impresif.

Mengapa Selalu di Akhir Tahun?

Fund manager tidak melakukan pembelian konsisten sepanjang tahun karena keterbatasan dana. Jika dana disebarkan dalam 12 bulan, dampaknya tidak signifikan.

Namun jika dana difokuskan dalam satu bulan terakhir, pembelian terkonsentrasi menciptakan dorongan harga yang kuat. Strategi ini juga membuat kinerja tahunan terlihat lebih mengesankan saat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pergerakan Pasar 2024

Sepanjang 2024, investor asing konsisten menjual saham-saham blue chip Indonesia. Namun sejak Oktober, tren berbalik. Mereka mulai membeli kembali saham yang sebelumnya dilepas.

Di sisi lain, saham-saham dengan valuasi rendah dan kategori Full Call Auction (FCA) mengalami lonjakan harga puluhan hingga ratusan kali lipat. Volatilitas ini menjadi indikasi awal dimulainya window dressing.

Kriteria Saham Potensial Window Dressing

1. Kepemilikan Fund Manager Besar

Saham harus dimiliki fund manager dalam jumlah substansial, terutama fund manager asing. Logikanya sederhana: mereka hanya akan mendongkrak harga saham yang memberikan keuntungan maksimal.

Contoh perhitungan: saham dengan kepemilikan Rp1 miliar yang naik empat kali lipat hanya memberi profit Rp3 miliar. Bandingkan dengan saham berkapitalisasi besar senilai Rp100 miliar yang naik 10 persen, menghasilkan Rp10 miliar.

Setyo

Terbaru dari Setyo