Peterseli mengandung antioksidan kuat seperti apigenin, luteolin, dan quercetin. Senyawa-senyawa ini punya sifat antiinflamasi dan mampu melawan stres oksidatif, yaitu kondisi yang sering memicu gangguan fungsi ginjal.
Sebuah studi tahun 2024 menunjukkan bahwa peterseli mampu meningkatkan biomarker metabolik, mengurangi kerusakan oksidatif, serta memperbaiki kinerja ginjal. Tak hanya itu, tanaman ini juga terbukti menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri dan jamur yang berbahaya.
Studi lain yang dilakukan pada tahun 2017 terhadap tikus dengan batu ginjal, menemukan bahwa pemberian peterseli bisa menurunkan kadar kalsium dan protein dalam urin. Tikus-tikus tersebut juga mengalami peningkatan pH urin dan buang air kecil yang lebih lancar.
Peterseli bisa dikonsumsi sebagai jus, ditambahkan ke makanan, atau dijadikan teh herbal. Rasanya segar dan aromanya khas—pas untuk dikreasikan dalam berbagai masakan.
Menjaga kesehatan ginjal bukan hal yang sulit. Cukup dengan menyesuaikan pola makan dan mengonsumsi makanan alami yang tepat, kita bisa membantu ginjal tetap sehat dan berfungsi optimal. Lemon, mentimun, dan peterseli adalah contoh kecil bagaimana dapur bisa menjadi tempat awal menjaga kesehatan tubuh.
Mulai sekarang, yuk lebih peduli pada ginjal kita!.***
Tim Redaksi
