IKLAN
Gaya Hidup

Kalender Jawa 16 Agustus 2026 Lengkap dengan Weton Minggu Kliwon dan Jumlah Neptu 13

Avatar photo
×

Kalender Jawa 16 Agustus 2026 Lengkap dengan Weton Minggu Kliwon dan Jumlah Neptu 13

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto:Generate Gemini AI)
Ilustrasi. (Foto:Generate Gemini AI)

Portal Pantura – menjadi salah satu warisan budaya yang masih digunakan masyarakat untuk mengetahui penanggalan tradisional, termasuk , pasaran, hingga perhitungan neptu. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, penanggalan Jawa mencatat hari tersebut bertepatan dengan Minggu Kliwon atau Ahad Kliwon.

Tanggal tersebut memiliki makna tersendiri dalam sistem karena memadukan hitungan hari Masehi, pasaran Jawa, dan nilai neptu yang dipercaya masyarakat sebagai bagian dari tradisi.

16 Agustus 2026 Jatuh pada Minggu Kliwon

IKLAN

Berdasarkan perhitungan , Minggu, 16 Agustus 2026 bertepatan dengan 2 Mulud 1960 Tahun Ehe. Dalam sistem pasaran Jawa, hari tersebut masuk dalam weton Minggu Kliwon.

Hari Minggu memiliki nilai neptu 5, sedangkan pasaran Kliwon memiliki nilai 8. Jika dijumlahkan, weton Minggu Kliwon mempunyai total neptu 13.

Perhitungan weton ini masih menjadi bagian dari budaya Jawa yang digunakan sebagian masyarakat untuk berbagai keperluan tradisi, seperti menentukan hari baik, mengenal karakter berdasarkan kepercayaan lokal, maupun memahami siklus penanggalan Jawa.

Rincian Minggu 16 Agustus 2026

Berikut informasi lengkap penanggalan pada hari tersebut:

  • Hari Masehi: Minggu, 16 Agustus 2026
  • Hari Pasaran Jawa: Minggu Kliwon (Ahad Kliwon)
  • Tanggal Jawa: 2 Mulud 1960 Tahun Ehe
  • Jumlah Neptu: 13
  • Bulan Hijriah: Bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah

Makna Weton Minggu Kliwon dalam Tradisi Jawa

Dalam budaya Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari kelahiran dan pasaran yang memiliki nilai tertentu. Perhitungan ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat.

Meski demikian, pemaknaan weton lebih banyak ditempatkan sebagai tradisi budaya dan tidak menjadi dasar penentuan kepastian masa depan seseorang.

sebagai Warisan Budaya

memiliki perjalanan sejarah panjang karena menggabungkan unsur penanggalan Islam, budaya Jawa, dan sistem perhitungan tradisional. Hingga kini, kalender tersebut masih digunakan dalam berbagai kegiatan budaya dan kehidupan masyarakat.

Keberadaan juga menjadi pengingat bahwa tradisi lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman modern.

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura