IKLAN
Gaya Hidup

Panduan Memilih Kopi yang Aman untuk Lambung Selama Puasa Ramadan

Avatar photo
×

Panduan Memilih Kopi yang Aman untuk Lambung Selama Puasa Ramadan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kopi. (Foto: Pexels)
Ilustrasi kopi. (Foto: Pexels)

Portal Pantura, Brebes – Bagi penikmat , berpuasa di bulan kerap menjadi tantangan tersendiri. Selain menahan haus dan lapar, mereka juga harus pintar mengatur konsumsi kafein agar tidak mengganggu kesehatan lambung.

Menikmati saat sahur atau berbuka sebenarnya tidak dilarang. Namun, pemilihan jenis dan waktu konsumsi yang kurang tepat bisa memicu gangguan pencernaan, seperti naiknya asam lambung atau dehidrasi berlebihan.

Mengapa Bisa Memicu Asam Lambung?

IKLAN

mengandung senyawa asam klorogenat yang dapat merangsang produksi asam lambung. Ketika perut dalam keadaan kosong—seperti saat sahur atau setelah seharian berpuasa—lambung menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan ini.

Dr. Ahmad Fauzi, ahli gizi dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa tingkat keasaman (pH) berkisar antara 4,85 hingga 5,10. “Semakin rendah pH-nya, semakin tinggi potensi iritasi pada dinding lambung,” ujarnya dalam webinar kesehatan, Februari 2025.

Lima Kunci Memilih Ramah Lambung

1. Prioritaskan Rendah Asam

Pilih biji yang secara alami memiliki kadar asam rendah. dari dataran rendah atau yang diproses secara natural cenderung lebih ramah lambung dibanding kopi dari dataran tinggi dengan proses washed.

2. Perhatikan Tingkat Sangrai

Biji kopi dengan tingkat sangrai medium hingga dark roast mengandung asam lebih rendah dibanding light roast. Proses pemanggangan yang lebih lama memecah sebagian senyawa asam dalam biji kopi.

3. Gunakan Metode Seduh Cold Brew

Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2018) menunjukkan bahwa cold brew menghasilkan kopi dengan tingkat keasaman 67% lebih rendah dibanding seduhan panas. Metode ini ideal untuk dikonsumsi saat sahur.

4. Tambahkan Susu atau Creamer

Lemak dalam susu dapat membantu melapisi dinding lambung dan menetralkan asam. Kopi dengan tambahan susu seperti latte atau cappuccino menjadi pilihan lebih aman saat berbuka.

5. Jaga Asupan Air Putih

Kafein bersifat diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil. Pastikan konsumsi air putih minimal 8 gelas antara berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi.

Waktu Terbaik Minum Kopi Saat Puasa

Saat Sahur: Jika ingin minum kopi di pagi hari, konsumsi setelah makan makanan berat. Jangan minum kopi dalam kondisi perut kosong. Batasi satu cangkir kecil (150 ml).

Saat Berbuka: Tunggu 30-60 menit setelah makan kurma dan makanan pembuka. Ini memberi waktu lambung beradaptasi setelah seharian kosong.

Setelah Tarawih: Ini waktu paling aman karena lambung sudah terisi makanan dan tubuh lebih rileks.

Alternatif untuk Pencinta Kopi

Bagi yang memiliki riwayat GERD atau maag kronis, pertimbangkan beralih ke kopi decaf (rendah kafein) atau chicory coffee yang lebih rendah asam. Drip bag coffee juga menjadi solusi praktis untuk sahur yang terbatas waktu.

Beberapa kedai kopi specialty kini menawarkan varian kopi khusus untuk lambung sensitif, seperti blend dengan profil rasa cokelat gelap dan body yang creamy. Produk-produk ini biasanya menggunakan biji dark roast dengan proses honey atau natural.

Tanda Kopi Tidak Cocok untuk Anda

Hentikan konsumsi kopi jika mengalami gejala seperti:

  • Mual atau perut kembung
  • Sensasi terbakar di dada (heartburn)
  • Sakit kepala berlebihan
  • Jantung berdebar tidak normal

Konsultasikan dengan dokter jika gejala berlanjut meski sudah mengurangi konsumsi kopi.***

Tim Redaksi

Julista Putri
Reporter Julista Putri
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura