Portal Pantura, Brebes – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar secara tegas mendorong institusi pendidikan Islam untuk memperkuat sektor produktif melalui pengembangan usaha kopi. Langkah strategis ini dinilai tidak hanya mampu menggerakkan roda perekonomian warga di kawasan perdesaan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi khusus Pesantren: Model Pengembangan Usaha Kopi Berbasis Pesantren. Acara penting ini diselenggarakan di kompleks Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.
Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan, sebab pesantren ini dinilai sukses mengimplementasikan kemandirian ekonomi secara nyata. Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan potensi lokal, kawasan perdesaan di lereng pegunungan Brebes kini memiliki harapan baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Apresiasi Nyata untuk Pesantren Al Hikmah 2
Kehadiran Menko Muhaimin di Bumiayu disambut antusias oleh jajaran pimpinan dan para santri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas dedikasi pengasuh pesantren dalam membangun kemandirian umat.
“Saya sangat bersyukur dan bangga atas apa yang disampaikan oleh Kiai Sholahudin Masruri tadi, bahwa pesantren ini telah dan akan terus merintis pemberdayaan masyarakat,” ucap Menko Muhaimin di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh pesantren tersebut sudah berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ekonomi akar rumput. Peran aktif institusi keagamaan terbukti mampu menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan pembinaan ekonomi.
Lebih lanjut, Menko Muhaimin menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini juga berfokus pada masa depan para santri itu sendiri. Pembekalan mental dan keahlian praktis menjadi prioritas agar lulusan pesantren siap menghadapi persaingan global.
“Bukan hanya bagi masyarakat di sekitar pesantren, tetapi juga menyiapkan anak-anak didik santrinya agar siap menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri ketika lulus nanti,” sambungnya.
Pendidikan Berbasis Pemberdayaan Komprehensif
Pendekatan yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 dinilai sebagai model ideal pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Integrasi antara ilmu agama dan keterampilan praktis menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi yang adaptif terhadap zaman.
Pesantren tidak hanya mencetak pemuka agama yang mumpuni, tetapi juga melahirkan wirausahawan muda yang handal di berbagai bidang sektor riil. Hal ini menjawab tantangan zaman di mana kemandirian finansial menjadi salah satu pilar penting dalam membangun peradaban desa.

