IKLAN
Gaya Hidup

Tas Lululemon: Mengenal Merek Asal Kanada yang Viral usai Kasus Pencurian di Bandara Soetta

Avatar photo
×

Tas Lululemon: Mengenal Merek Asal Kanada yang Viral usai Kasus Pencurian di Bandara Soetta

Sebarkan artikel ini
Tas Lululemon. (Foto: Tokopedia)
Tas Lululemon. (Foto: Tokopedia)

Portal Pantura – Kasus pencurian ratusan premium merek Lululemon di area kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta membuat publik penasaran. Siapa sebenarnya Lululemon dan mengapa produknya begitu bernilai?

Tiga tersangka kini ditahan polisi. Mereka diduga mencuri ratusan mewah asal Kanada yang hendak diekspor ke China.

IKLAN

Nilai kerugian perusahaan eksportir ditaksir lebih dari Rp1 miliar.

Kasus ini sekaligus mengenalkan publik Indonesia pada merek yang selama ini lebih dikenal di kalangan pecinta olahraga premium.

Apa Itu Lululemon?

Lululemon adalah merek pakaian dan perlengkapan olahraga asal Vancouver, Kanada.

Perusahaan ini berdiri pada 1998. Pendirinya, Chip Wilson, awalnya hanya memproduksi pakaian yoga untuk perempuan.

Gerai pertama dibuka di kawasan Kitsilano, Vancouver — pusat komunitas yoga kota itu.

Kini, Lululemon telah berkembang jauh. Lini produknya mencakup pakaian pria, jaket olahraga, sepatu, aksesori, hingga premium.

Saham perusahaan diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode LULU. CEO-nya saat ini adalah Calvin McDonald.

Bisnis mereka telah merambah Amerika Utara, Asia, Eropa, Australia, hingga Timur Tengah.

Mengapa Lululemon Mahal?

Lululemon masuk kategori athleisure — perpaduan fungsi olahraga dan gaya kasual modern.

Desainnya simpel dan ringan, tapi tetap terlihat stylish untuk aktivitas harian.

Ada beberapa alasan harganya premium:

  • Material berkualitas tinggi dan tahan lama
  • Desain ergonomis dengan banyak kompartemen
  • Bahan tahan air dan tali yang nyaman untuk pemakaian lama
  • Citra merek yang dibangun lewat komunitas kebugaran global

Lululemon aktif menggandeng ambassador fitness dan menggelar kelas olahraga di berbagai negara.

Di Indonesia, belum ada gerai resmi. Produknya dijual lewat situs internasional atau toko pihak ketiga — yang membuat harganya lebih tinggi dari merek olahraga biasa.

Kronologi Pencurian di Bandara Soetta

Kasus ini diduga sudah berlangsung sejak 2024.

Korbannya adalah PT Pungkook Indonesia One, perusahaan ekspor yang mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar akibat pencurian berulang.

Kejadian April 2026

Pada 10 April 2026, PT Pungkook mengirim 4.749 Lululemon dari Grobogan, Jawa Tengah.

Barang dikirim via kargo maskapai Garuda Indonesia dengan tujuan Shanghai, China.

Kiriman tiba di Bandara Soetta pada 13 April 2026. Jadwal terbang ke Shanghai menggunakan penerbangan GA 0894 pada 14 April 2026.

Beberapa hari kemudian, pelanggan di Shanghai melapor: 108 hilang.

Kerugian dari insiden ini saja mencapai sekitar Rp213 juta.

Rekaman CCTV Ungkap Modus

Polisi memeriksa rekaman CCTV di area RA BST dan Pergudangan Soewarna.

Hasilnya mengejutkan. Sebanyak 40 karton dari total 512 karton sengaja dipisahkan saat proses pemeriksaan X-Ray berlangsung.

Tiga Tersangka Ditangkap

Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menyebut para pelaku telah beberapa kali beraksi dalam jumlah besar.

Tiga tersangka ditetapkan:

  • R alias K — otak sindikat sekaligus eksekutor lapangan. Bekerja sebagai tim operasional ekspor di salah satu perusahaan kawasan bandara.
  • A — membantu proses pencurian.
  • F — bertugas mengatur pemisahan barang dari jalur pemeriksaan.

Dijual Rp300 Ribu per

Sebagian hasil curian dijual ke penadah berinisial BO seharga Rp300 ribu per buah.

Dari penjualan 80 , para pelaku meraup sekitar Rp24 juta.

Barang Bukti Disita

Polisi menyita sejumlah barang bukti:

  • Dokumen pengiriman ekspor
  • Data manifest penerbangan
  • Rekaman CCTV
  • Satu unit mobil Avanza
  • Satu unit truk box Isuzu

Ketiga tersangka dijerat Pasal 477 KUHP huruf g tentang pencurian yang dilakukan secara bersama-sama. Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara.***

Tim Redaksi

Nur Cinta
Reporter Nur Cinta
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura