Nur Hidayat juga menekankan dampak positif acara ini terhadap ekonomi lokal.
Keberadaan para pedagang di sekitar lokasi acara menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu menggeliatkan roda perekonomian masyarakat.
Selain itu, ia berharap dukungan berbagai pihak dapat terus diberikan untuk pengembangan kompetisi ini ke depannya.
“Kami ingin lomba ini tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga mendorong potensi generasi muda di bidang seni, olahraga, dan bahkan kewirausahaan,” tambahnya.
Peserta dari Berbagai Tingkatan Pendidikan
Kompetisi tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Bahkan, beberapa kategori juga terbuka untuk peserta umum.
Keberagaman peserta mencerminkan luasnya cakupan lomba ini.
Peserta dari Jawa Tengah dan Jawa Barat menunjukkan bahwa Brebes Open Marching Band telah menjadi ajang regional yang mempertemukan berbagai kelompok dengan latar belakang yang berbeda.
“Partisipasi dari berbagai daerah memperlihatkan bagaimana seni bisa menjadi alat pemersatu. Anak-anak diberi kesempatan untuk menampilkan bakat terbaik mereka, sekaligus saling belajar dari satu sama lain,” kata Nur Hidayat.
Tim Redaksi
