“Kami berbicara langsung dengan gaya yang santai, mengemasnya dalam diskusi yang mirip story-telling, sehingga lebih bisa diterima oleh anak muda,” paparnya.
Mereka percaya bahwa mendekatkan diri pada generasi muda bukan hanya soal menghibur, tetapi juga mengedukasi. Dengan gaya ngobrol santai, mereka berusaha membuat pemahaman politik terasa ringan dan menarik. “Kami menjadi representasi mereka dan berusaha menciptakan suasana yang nyaman untuk berdiskusi,” kata Bima.
Bima-Mujab juga mengusung visi besar untuk Tegal. Jika terpilih, mereka berjanji membangun birokrasi bersih, menciptakan Tegal yang sejahtera, menjadikan daerah itu ikon pertumbuhan ekonomi.
“Kami ingin semua lapisan, dari generasi Z hingga lansia, merasakan manfaat dari perubahan yang kami bawa,” ungkap Bima penuh semangat.
Mujab menyoroti pentingnya keterlibatan anak muda dalam pembangunan bahwa mereka bukanlah objek pasif, melainkan pelaku yang berdaya untuk menentukan masa depan. “Anak muda harus diberi ruang untuk berkembang tanpa batasan ekonomi atau sosial,” jelasnya.***
Tim Redaksi
