IKLAN
Insight

10 Jalur Kereta Api Paling Ekstrem dan Berbahaya di Dunia

Avatar photo
×

10 Jalur Kereta Api Paling Ekstrem dan Berbahaya di Dunia

Sebarkan artikel ini
Stasiun kereta api Bumiayu. Foto: Google Maps/Fajar Official.
Stasiun kereta api Bumiayu. Foto: Google Maps/Fajar Official.

Portal Pantura – Jutaan rute kereta api beroperasi setiap hari di seluruh dunia. Namun, beberapa jalur memiliki karakteristik ekstrem yang membuatnya berbeda dari yang lain.

Mulai dari kemiringan tajam, jembatan tinggi, hingga kondisi berbahaya, jalur-jalur ini menawarkan kombinasi antara tantangan dan pemandangan spektakuler.

1. Devil’s Nose Railway, Ekuador

IKLAN

Jalur kereta api Hidung Iblis terletak di pegunungan Andes, tepatnya di lembah Alausi. Jalur ini memiliki kemiringan mencapai 83 persen.

Kereta harus bergerak zigzag mengikuti rel di lereng gunung yang curam. Jalur ini menghubungkan kota Alausi dan Sibambe.

Pembangunannya memakan waktu 9 tahun. Sebanyak 3.000 pekerja meninggal selama konstruksi.

Kini, jalur ini menjadi objek wisata populer. Pengunjung bisa menikmati lembah hijau dan puncak Andes yang menjulang.

2. Ferrocarril Central Andino, Peru

Jalur kereta api ini berkelok-kelok melalui pegunungan Andes yang terjal. Rutenya mencakup 58 jembatan dan 21 terowongan.

Jalur sempit ini melintasi ngarai dalam dengan tebing-tebing batu yang curam. Penumpang dapat melihat kehidupan tradisional masyarakat pegunungan di sepanjang perjalanan.

3. Pasar Maeklong, Thailand

Jalur kereta api ini melewati pasar tradisional yang ramai. Kereta melintas setiap 30 menit sekali.

Pedagang harus cepat menarik tenda dan melipat barang dagangan saat kereta mendekat. Jarak kereta dengan dagangan hanya sekitar 2 cm.

Beberapa sayur dan buah dibiarkan di dekat rel. Fenomena unik ini menjadi atraksi wisata yang populer.

4. White Pass and Yukon Route

Jalur ini terletak di antara Alaska dan Yukon, Kanada. Rutenya melintasi pegunungan Saint Elias dengan ketinggian mencapai 16.000 kaki.

Jalur ini melewati jembatan dan terowongan curam yang berbahaya. Kondisi cuaca ekstrem dengan salju, es, dan badai sering terjadi.

5. Goteik Viaduct, Myanmar

Jembatan kereta api ini menghubungkan Mandalay dengan Lashio di negara bagian Shan. Ketinggiannya mencapai 312 meter dari dasar ngarai.

Jalur ini melewati wilayah dengan cuaca ekstrem dan hutan lebat. Beberapa terowongan berbahaya juga menjadi bagian dari rute ini.

6. Tren a las Nubes, Argentina

Jalur “Kereta ke Awan” ini melintasi lembah curam, jurang dalam, dan tikungan tajam. Jembatan tertingginya adalah Puente La Polvorilla dengan ketinggian 63 meter.

Titik tertinggi jalur ini berada pada 4.220 meter di atas permukaan laut. Ini menjadikannya salah satu jalur kereta api tertinggi di dunia.

7. Jalur Purwakarta-Padalarang, Indonesia

Indonesia juga memiliki jalur kereta api ekstrem. Rute Purwakarta-Padalarang melintasi Terowongan Sasaksaat yang menjadi terowongan terpanjang di Indonesia.

Jembatan Cikubang memiliki panjang 300 meter dengan ketinggian 80 meter. Jembatan Ciminyak dengan ketinggian sekitar 100 meter menjadi jembatan kereta api tertinggi di Indonesia.

Penumpang merasakan sensasi seolah terbang di atas lembah curam.

8. Bernina Express, Swiss

Kereta api ini menawarkan perjalanan spektakuler melalui pegunungan Alpen. Rutenya melewati 55 terowongan dan 196 jembatan.

Jembatan Landwasser yang ikonik memiliki ketinggian 65 meter. Pada musim dingin, jalur ini diselimuti salju yang membuat perjalanan lebih magis.

9. Jembatan Pamban, India

Jalur ini menghubungkan daratan India dengan Pulau Rameshwaram di Samudra Hindia. Jembatan Pamban hanya beberapa meter di atas lautan.

Lokasi jembatan berada di lingkaran paling korosif kedua di dunia. Struktur jembatan rentan karat dan runtuh.

Meski berbahaya, jalur ini menjadi rute ziarah populer bagi umat Hindu.

10. Kereta Api Bangladesh

Bangladesh memiliki praktik berbahaya dengan penumpang naik di atap atau bergelantungan di pintu kereta. Mereka berisiko terjatuh atau tertabrak objek sekitar.

Kondisi ini terjadi karena kemiskinan, kepadatan penduduk tinggi, dan infrastruktur yang kurang memadai.***

Tim Redaksi

Bondan Setiyono
Reporter Bondan Setiyono
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Bondan Setiyono

Terbaru dari Bondan Setiyono