IKLAN
Insight

Arti Mudik dan Kepanjangannya: Ternyata Singkatan dari Bahasa Jawa

Avatar photo
×

Arti Mudik dan Kepanjangannya: Ternyata Singkatan dari Bahasa Jawa

Sebarkan artikel ini
Gerbang tol Pejagan di Brebes, Jawa Tengah dipadati kendaraan pemudik, Minggu (23/03/2025). Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo.
Gerbang tol Pejagan di Brebes, Jawa Tengah dipadati kendaraan pemudik, Minggu (23/03/2025). Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo.

Portal Pantura – Kata “mudik” selalu menggema menjelang libur panjang. Baik saat Lebaran, Natal, maupun Tahun Baru, istilah ini menjadi pembicaraan warga perantauan di seluruh Indonesia.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa mudik sebenarnya adalah singkatan. Lantas, apa kepanjangan dari kata yang begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia ini?

Mudik: Singkatan dari ‘Mulih Dilik’

IKLAN

Menurut situs Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Informatika, mudik merupakan kependekan dari bahasa Jawa “mulih dilik”. Frasa ini memiliki arti pulang sebentar.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan definisi lebih luas. Mudik dijelaskan sebagai aktivitas pergi ke udik atau pedalaman. Juga berarti pulang ke kampung halaman.

Sementara itu, penjelasan etimologis datang dari kalangan akademisi. Prof Heddy Shri Ahimsa-Putra, Antropolog Universitas Gadjah Mada, menelusuri akar kata mudik dari bahasa Melayu.

“Berasal dari bahasa Melayu, udik,” ungkap Prof Heddy dalam keterangan resmi UGM.

Kata “udik” merujuk pada hulu atau ujung sungai. Konteksnya adalah perjalanan dari muara kembali ke hulu, yang kemudian dimaknai sebagai pulang kampung.

Dari Urbanisasi hingga Jadi Tradisi

Tradisi mudik mulai menguat sejak era 1970-an. Periode ini ditandai dengan arus urbanisasi besar-besaran ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Menurut Kementerian Perhubungan, fenomena ini terkait langsung dengan perpindahan penduduk pascakemerdekaan. Banyak warga desa mencari penghidupan lebih baik di perkotaan.

Prof Purnawan Basundoro dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga menjelaskan konteks historisnya. “Ini mungkin setelah kemerdekaan, setelah banyak orang mencari pekerjaan di kota,” katanya seperti dikutip Dinas Kominfo Jawa Timur.

Tim Redaksi

Nur Cinta
Reporter Nur Cinta
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Nur Cinta

Terbaru dari Nur Cinta