Portal Pantura, Brebes – Sebanyak 16 pelanggan Perumda Tirta Baribis Brebes di Dukuh Krajan, Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, terdampak bencana tanah bergerak.
Ymt Kepala Unit Sirampog, Yudi Setiawan, menjelaskan bahwa aliran air ke rumah pelanggan tersebut terpaksa dihentikan lantaran rumah-rumah tersebut ditinggalkan penghuninya yang mengungsi akibat bencana tersebut.
“Kami sedang berupaya agar tidak ada tagihan air bagi pelanggan yang terdampak tanah bergerak,” ujar Yudi saat ditemui di kantornya.
Selain menghentikan sementara distribusi air, pihak Perumda Tirta Baribis juga berencana mencabut meteran air di rumah-rumah pelanggan terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses pemasangan kembali jika pelanggan tersebut ingin melanjutkan layanan air bersih di masa mendatang.
Namun, upaya pencabutan meteran tersebut mengalami kendala. Yudi mengungkapkan, petugas teknis tidak diizinkan masuk ke area terdampak untuk mengamankan aset perusahaan berupa meteran air.
“Kami kesulitan karena tidak diperbolehkan masuk untuk mencabut meteran. Padahal ini penting untuk mengamankan aset dan memudahkan proses layanan ke depan,” jelasnya.
Yudi berharap pihak terkait dapat memberikan izin bagi petugas teknis untuk melakukan pencabutan meteran air. Jika diperlukan, ia juga meminta pendampingan dari pihak berwenang agar proses tersebut dapat berjalan lancar dan aman.***
Tim Redaksi
