TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Akses Jalan TMMD di Cikuya Brebes Permudah Aktivitas Peternak Lansia

×

Akses Jalan TMMD di Cikuya Brebes Permudah Aktivitas Peternak Lansia

Sebarkan artikel ini
Wariadi (85) melintas di jalan hasil pembangunan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Brebes, Jumat (27/02/2026).
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Perubahan infrastruktur di Desa , Kabupaten Brebes, mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Salah satunya Wariadi (85), peternak kambing yang tetap aktif bekerja di usia senja.

Sebelum jalan desa diperbaiki, aktivitas hariannya mencari rumput di area persawahan kerap terkendala kondisi medan yang rusak dan licin. Akses utama menuju lahan pakan ternak tersebut dipenuhi lubang dan kerap berlumpur saat musim hujan, sehingga membahayakan warga, terutama lanjut usia.

“Kalau musim hujan, jalannya licin sekali. Kadang sudah capek duluan sebelum sampai sawah,” ujar Wariadi saat ditemui di Desa , Jumat (27/02/2026).

iklan

Kini, situasi itu berubah setelah program TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes melakukan pembangunan dan pengerasan jalan desa. Program tersebut menyasar infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Perbaikan jalan tersebut tidak hanya mempermudah akses menuju persawahan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan efisiensi waktu tempuh warga. Bagi Wariadi, perubahan itu terasa signifikan. Ia mengaku tidak lagi khawatir terpeleset atau kesulitan melintasi tanjakan yang sebelumnya rusak parah.

“Sekarang jalannya sudah bagus. Lebih cepat sampai dan tidak takut jatuh lagi,” katanya dengan nada lega.

Program merupakan bentuk kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Sasaran kegiatan tidak hanya pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan.

Di Desa , pembangunan akses jalan menjadi prioritas karena mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan. Jalan tersebut merupakan jalur vital menuju sawah dan ladang, sekaligus jalur distribusi hasil pertanian.

Salah seorang perangkat desa setempat menyebutkan, kondisi jalan sebelumnya menyulitkan mobilitas warga, terutama saat mengangkut hasil panen atau pakan ternak. Bahkan, kendaraan roda dua kerap terjebak lumpur saat hujan deras mengguyur.

Dengan adanya pengerasan jalan, aktivitas ekonomi warga diharapkan semakin lancar. Petani lebih mudah membawa hasil panen, sementara peternak seperti Wariadi dapat menghemat tenaga saat mencari pakan.

Secara umum, dampak pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan tidak hanya dirasakan dalam aspek fisik, tetapi juga berpengaruh pada produktivitas dan keselamatan kerja masyarakat. Akses jalan yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan ekonomi skala kecil.

Wariadi menjadi salah satu contoh warga yang merasakan langsung perubahan tersebut. Di usianya yang telah 85 tahun, ia masih konsisten memelihara kambing untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Meski tantangan mencari pakan tetap ada, setidaknya beban perjalanan kini jauh berkurang.

Program di Desa diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup warga desa.

Bagi Wariadi, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kemudahan nyata dalam menjalani rutinitas. Senyumnya merefleksikan harapan sederhana: dapat terus bekerja dengan aman dan layak di usia senja.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki