Portal Pantura, Brebes – Hujan deras mengguyur wilayah selatan Brebes pada Rabu sore (4/2/2026). Akibatnya, dua sungai besar di Bumiayu meluap dan menggenangi permukiman warga.
Sungai Keruh Meluap, Desa Adisana Terendam
Luapan Sungai Keruh kembali merendam Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Sedimentasi parah di aliran sungai menyebabkan arus berbelok ke arah desa.
Jalan utama yang biasa dilewati warga berubah menjadi aliran sungai. Lahan pertanian yang luas tampak seperti lautan air.
Banjir kali ini menimbulkan kerusakan infrastruktur. Sebuah rumah warga ambruk diterjang air. Jembatan penghubung RT 01, 02, dan 03 putus total.
Akibat putusnya jembatan, warga di tiga RT tersebut terisolir. Tidak ada akses jalan alternatif untuk keluar masuk kawasan pemukiman.
Banjir Datang Usai Kunjungan Bupati
Duang, salah seorang perangkat Desa Adisana, menjelaskan kronologi banjir. Air meluap pada sore hari, beberapa jam setelah Bupati Brebes meninjau lokasi banjir di wilayah tersebut.
“Kami sedang pikirkan akses darurat warga yang terisolir,” ujar Duang.
Pihak desa tengah menyusun strategi evakuasi. Mereka juga mencari solusi akses sementara bagi warga yang terputus dari wilayah lain.
Perumahan Jabal Mina Paling Parah
Irwan, warga Desa Adisana, mengungkapkan banjir kali ini terparah dibanding kejadian sebelumnya. Ketinggian air dan kecepatan arus lebih besar dari biasanya.
“Perumahan Jabal Mina paling parah,” kata Irwan. Kawasan perumahan tersebut menjadi titik terparah banjir.
Sungai Erang Meluap, Dua Rumah Ambruk
Di lokasi terpisah, luapan Sungai Erang di Desa Kalierang juga menimbulkan kepanikan. Warga di bantaran sungai diminta waspada terhadap potensi banjir susulan.
Dua rumah di pinggir Sungai Erang ambruk tersapu arus. Detik-detik ambruknya rumah terekam kamera warga setempat.
Video tersebut menunjukkan kekuatan arus sungai yang menghantam bangunan. Dalam hitungan menit, struktur rumah runtuh dan terseret air.
Sedimentasi Jadi Penyebab Utama
Sedimentasi atau pengendapan material di dasar sungai menjadi penyebab utama banjir. Timbunan lumpur dan pasir mengubah alur aliran Sungai Keruh.
Arus yang seharusnya mengalir lurus berbelok ke permukiman warga. Kondisi ini diperparah curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah selatan Brebes.

