Portal Pantura, Jakarta – Industri bioskop tanah air menunjukkan dinamika kinerja keuangan yang bertolak belakang hingga kuartal ketiga Oktober 2026.
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI berhasil membukukan pendapatan fantastis mencapai Rp 4,2 triliun dengan laba bersih Rp 416,3 miliar.
Pencapaian impresif Cinema XXI ini juga didukung oleh perolehan EBITDA sebesar Rp 1,2 triliun hingga akhir kuartal ketiga 2026.
Selain itu, perseroan mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi yang sangat sehat sebesar Rp 931,4 miliar.
Penjualan tiket bioskop masih menjadi penyumbang utama pendapatan Cinema XXI dengan angka mencapai Rp 2,5 triliun atau 59,1 persen.
Sementara itu, lini bisnis makanan dan minuman atau F&B menyumbang Rp 1,4 triliun atau setara 34,7 persen dari total pendapatan.
Strategi pengembangan lini pendapatan lain seperti periklanan dan platform digital turut memperkuat fondasi keuangan perseroan.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman menyatakan pentingnya menjaga keterjangkauan harga tiket di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika makroekonomi.
“Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas,” ujar Suryo dikutip dari keterangan resmi, Jumat 30 Oktober 2026.
Kondisi kontras justru dialami oleh pengelola jaringan bioskop CGV, PT Graha Layar Prima Tbk.

