TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Bapak Asal Jakarta Pilih Gowes Sepeda Ontel ke Tegal untuk Mudik Lebaran

×

Bapak Asal Jakarta Pilih Gowes Sepeda Ontel ke Tegal untuk Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
Seorang bapak mudik dengan anaknya menggunakan sepeda ontel viral di media sosial. (Foto: Istimewa)
Seorang bapak mudik dengan anaknya menggunakan sepeda ontel viral di media sosial. (Foto: Istimewa)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Perjalanan Lebaran 2026 tidak selalu harus memakai kendaraan bermotor. Seorang bapak asal Jakarta membuktikan hal tersebut dengan cara yang unik sekaligus menginspirasi.

Wasum (42), memilih mengayuh sepeda ontel dari Jakarta hingga ke Keramat, Kabupaten . Perjalanan panjang ini tidak dia lakukan sendiri. Sang anak turut menemaninya dalam petualangan ini.

Perjalanan Aman dan Nyaman

Saat bertemu di pos pelayanan terpadu Terminal Kota pada Rabu malam, (18/3/2026), Wasum terlihat beristirahat bersama anaknya. Meski perjalanan jauh dan melelahkan, wajahnya masih cerah.

iklan

Ketika ditanya tentang perjalanannya, Wasum menjawab dengan singkat namun pasti. Menurutnya, perjalanan menggunakan sepeda ontel dari Jakarta ke berjalan dengan aman dan lancar. Dia memanfaatkan berbagai fasilitas di pos pelayanan terpadu untuk melepas kelelahan.

“Alhamdulillah selama perjalanan aman dan lancar,” ujarnya.

Fasilitas yang tersedia tidak hanya sekadar tempat beristirahat biasa. Pos polisi Kota menyediakan pijat gratis, makanan dan minuman ringan, serta ruangan nyaman untuk para pemudik. Semua itu membantu Wasum dan anaknya melanjutkan perjalanan dengan segar.

Tekad Kuat Seorang Ayah

Kisah Wasum bukan sekadar kisah unik saat musim . Lebih dari itu, cerita ini menunjukkan tekad seorang ayah untuk berkumpul dengan keluarga. Tidak ada halangan yang membuat dia urung niat.

Perjuangan Wasum sempat menjadi perbincangan di media sosial. Banyak netizen tersentuh oleh dedikasi seorang ayah yang rela mengayuh sepeda berjauhan sekadar untuk Lebaran. Di era kendaraan bermotor modern, pilihan ini terasa kontras namun bermakna.

Pesan dari Perjalanan

Kisah Wasum memberikan pesan penting bagi kita semua. bukanlah tentang seberapa cepat sampai di tujuan. Melainkan tentang seberapa besar perjuangan dan dedikasi untuk bisa berkumpul dengan keluarga.

Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026 di jalur Pantura, cerita seorang bapak dengan sepeda ontelnya justru menjadi sorotan. Dia mengingatkan bahwa perjalanan pulang kampung memiliki makna yang jauh lebih dalam.

Dalam hidup ini, ada momen-momen yang tidak bisa diukur dengan kecepatan atau kemudahan. Momen bersama keluarga adalah salah satunya. Wasum telah membuktikan dengan tindakan nyata bahwa tidak ada yang lebih penting daripada berkumpul dengan orang-orang terkasih.

Perjalanan mudik Wasum adalah cerminan dari nilai-nilai kebersamaan yang masih hidup di masyarakat Indonesia. Meskipun zaman terus berubah, komitmen untuk kembali ke rumah dan berkumpul keluarga tetap menjadi prioritas utama.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P