Portal Pantura, Brebes – Kisah hidup penuh perjuangan politisi Harris Turino dituangkan dalam buku berjudul “Jangan Pernah Menyerah! Kisah Inspiratif Harris Turino”. Buku ini dibedah dalam sebuah acara yang digelar di Gedung LA, Jalan Lingkar Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Selasa 10 Juni 2025
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Imamudin, akademisi dan pemerhati sosial, serta Kuncoro Wijayanto, wartawan senior asal Tegal. Keduanya mengulas perjalanan hidup Harris yang penuh tantangan dan kerja keras.
Dari Anak Pasar ke Parlemen
Buku setebal 260 halaman ini menceritakan kisah nyata Harris Turino sejak masa kecil. Lahir dari keluarga sederhana, ia harus bekerja sejak muda untuk bertahan hidup dan membiayai sekolahnya. Di Salatiga, ia pernah berjualan laktopia, teh, hingga membantu pedagang pasar ke Semarang. Semua itu ia jalani sambil kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Tak hanya itu, demi menyambung hidup, Harris dan istrinya, Susy Arianty, membuka usaha kecil-kecilan. Mereka sempat menjalankan bimbingan belajar dan membuka salon di rumah kontrakan.
Kini, Harris duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal.
Pesan Kuat tentang Pendidikan dan Ketekunan
Dalam paparan saat acara bedah buku, Prof. Imamudin menekankan bahwa pesan utama buku ini adalah pentingnya pendidikan dan pantang menyerah. Ia menilai Harris sebagai contoh nyata bagaimana keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan.
“Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan. Harris membuktikannya lewat perjuangan tanpa henti,” ujar Prof. Imam.
Senada dengan itu, Kuncoro menilai buku ini relevan bagi generasi muda, khususnya di daerah. Menurutnya, banyak anak muda yang patah semangat karena kondisi ekonomi. Kisah Harris bisa menjadi sumber motivasi untuk terus berjuang.
“Ini bukan sekadar kisah hidup pribadi, tapi semacam panduan hidup bagi mereka yang ingin bangkit dari keterbatasan,” ujarnya.
Bukan untuk Pamer, Tapi Berbagi Semangat
Harris Turino hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyatakan bahwa buku ini bukan ditulis untuk memamerkan kesuksesan, melainkan sebagai bentuk dorongan bagi anak-anak muda dari desa yang mungkin mengalami nasib serupa.
“Saya ingin mereka tahu, masa depan bisa berubah jika kita sungguh-sungguh berusaha, sabar, dan percaya diri,” kata Harris.
Ia juga mengenang pesan ibunya yang terus menjadi pegangan hidupnya hingga kini: “Hanya dengan sekolah tinggi kamu bisa hidup lebih baik.”
Sambutan Hangat dari Warga
Acara bedah buku ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, kepala desa, pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, hingga warga sekitar. Diskusi berlangsung hangat dan penuh motivasi.
Buku “Jangan Pernah Menyerah!” diharapkan bisa menjadi bacaan inspiratif bagi generasi muda, terutama mereka yang sedang merintis jalan hidup di tengah keterbatasan.
Dengan gaya penceritaan yang lugas dan mudah dipahami, buku ini menyampaikan pesan sederhana namun kuat: bahwa asal ada tekad dan kerja keras, siapapun bisa mengubah nasibnya.***

